Misteri Keranjang Buah Kuno di Dasar Laut Mesir

MESIR – Arkeolog bawah air asal Prancis, Franck Goddio, mengungkap penemuan luar biasa di dasar laut dekat Alexandria, Mesir. Sebuah keranjang kayu berusia 2.200 tahun, lengkap dengan buah doum dan biji anggur, ditemukan di reruntuhan kota kuno Thonis-Heraclion—kota pelabuhan yang pernah menjadi pusat perdagangan utama di Laut Mediterania sebelum tenggelam akibat gempa bumi pada abad ke-2 Sebelum Masehi (SM).

Keranjang itu ditemukan dalam kondisi hampir sempurna di sebuah ruang bawah tanah, yang diduga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ritual. “Sungguh luar biasa melihat sekeranjang buah dari zaman kuno yang masih utuh,” ujar Goddio dalam laporan yang dipublikasikan Greek Reporter, Selasa (18/2/2025).

Temuan ini menambah daftar panjang artefak berharga yang ditemukan di lokasi tumulus—gundukan pemakaman berukuran 60 × 8 meter yang dikelilingi saluran air. Dalam area ini, tim arkeolog juga menemukan patung perunggu Osiris, cermin, serta bukti pembakaran yang mengindikasikan adanya upacara pemakaman kuno.

“Tumulus ini menyerupai pulau kecil dengan ritual sakral yang kemungkinan hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu,” jelas Goddio. Patung Osiris, dewa kesuburan dalam kepercayaan Mesir kuno, semakin menguatkan dugaan bahwa tempat ini digunakan untuk upacara keagamaan.

Selain keranjang buah, tim ekspedisi juga menemukan berbagai artefak, seperti amfora bergaya Loteng, cermin, dan benda perunggu lainnya, yang menambah wawasan tentang kehidupan masyarakat Mesir pada masa Helenistik. Penemuan ini menyoroti keahlian pengawetan dan teknik penyimpanan Mesir kuno, yang memungkinkan artefak bertahan dalam kondisi hampir utuh selama ribuan tahun di dasar laut.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Arkeologi Bawah Air Eropa (IEASM), Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, serta didukung oleh Hilti Foundation. Dengan semakin banyaknya penemuan di Thonis-Heraclion, para arkeolog berharap dapat menggali lebih dalam hubungan budaya dan ritual keagamaan di kota pelabuhan yang sempat menjadi pusat peradaban Mediterania tersebut.

Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih banyak misteri tentang kehidupan, perdagangan, dan praktik keagamaan masyarakat yang pernah menghuni kota legendaris ini sebelum akhirnya lenyap di bawah permukaan laut. [] Redaksi10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com