Pasar murah di Pangkalan Bun menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar sekaligus membuka ruang pemasaran bagi hasil pertanian lokal.
KOTAWARINGIN BARAT – Pemasaran hasil pertanian lokal menjadi salah satu fokus pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) di halaman Kantor Bupati Kobar, Rabu (21/10/2026). Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia itu juga membuka peluang bagi petani setempat untuk memperluas jangkauan penjualan produknya.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, pasar murah merupakan kegiatan rutin setiap Rabu yang dilaksanakan di sejumlah pasar di wilayah Kobar. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok sekaligus membantu mempertahankan daya beli masyarakat.
“Selain dalam rangka Hari Pangan Sedunia, setiap Rabu kita juga mengadakan kegiatan serupa di pasar-pasar kita. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, khususnya sembako,” ujar Nurhidayah, sebagaimana diberitakan Media Center Kalteng, Rabu (21/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kobar menyediakan berbagai kebutuhan pokok, meliputi 120 paket telur, 68 kilogram bawang merah, 45 kilogram bawang putih, 120 dus minyak goreng, 50 bal beras premium, dan 30 bal beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Komoditas tersebut ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar untuk membantu mengurangi beban belanja rumah tangga.
Selain menyediakan kebutuhan pangan, pasar murah juga menghadirkan lapak produk hortikultura dari petani lokal. Langkah ini ditujukan agar hasil pertanian daerah memiliki ruang pemasaran yang lebih luas dan dapat menjangkau konsumen secara langsung.
“Selain membuka penjualan sembilan komoditas, kita juga memasarkan produk-produk lokal, seperti telur dan sayur-sayuran hasil petani kita. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung pemasaran hasil pertanian lokal,” jelasnya.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang disoroti dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemkab Kobar berharap pasar murah dapat memberikan manfaat ganda, yakni membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberi kesempatan kepada petani lokal untuk meningkatkan pemasaran hasil panen.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus mendukung keterjangkauan pangan dan menjaga stabilitas harga di Kobar. Konsistensi pelaksanaan serta ketersediaan komoditas dengan harga bersaing menjadi faktor penting agar manfaat pasar murah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan