Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menghasilkan empat nota kesepahaman serta memperkuat agenda kerja sama ekonomi, pertahanan, pendidikan, dan dukungan bagi perdamaian Palestina.
JAKARTA – Dukungan terhadap perjuangan Palestina, penguatan kerja sama ekonomi, serta perlindungan hak atas sumber daya air menjadi sejumlah agenda strategis yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Pertemuan tersebut juga menghasilkan empat nota kesepahaman yang mencakup kemitraan strategis, pembebasan visa tertentu, statistik, serta kelautan dan perikanan.
Pertemuan kedua kepala negara berlangsung sejak sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Selain memperkuat hubungan diplomatik, dialog tersebut membahas peluang investasi, industri pertahanan, pendidikan, perdagangan, serta perkembangan konflik di Timur Tengah.
Usai pertemuan, Prabowo menyatakan kedua negara berkomitmen memperluas kerja sama di berbagai sektor untuk mendukung kepentingan bersama. “Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” kata Prabowo, usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (12/10/2026).
Empat nota kesepahaman yang dihasilkan meliputi kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir mengenai rencana aksi kemitraan strategis; pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik, paspor dinas, dan paspor khusus; kerja sama statistik; serta kerja sama kelautan dan perikanan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan Mesir.
Pada sektor kelautan, kedua negara menaruh perhatian pada keberlanjutan sumber daya laut dan pemberantasan penangkapan ikan ilegal. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan keahlian di antara kedua negara.
“Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan illegal fishing, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian,” ujar Prabowo.
Di bidang ekonomi, Prabowo menyambut inisiatif pembentukan joint investment fund atau dana investasi bersama oleh lembaga investasi kedua negara. Skema tersebut diharapkan mendorong penanaman modal pada proyek-proyek strategis Indonesia dan Mesir.
“Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan joint investment fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis,” katanya usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir.
Kedua negara juga mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) untuk memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, dan memperkuat keterlibatan dunia usaha. Di bidang politik, Prabowo menekankan pentingnya konsultasi tingkat tinggi secara berkala serta optimalisasi mekanisme bilateral yang telah berjalan agar koordinasi kedua negara semakin kuat.
Kerja sama pertahanan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Indonesia dan Mesir sepakat meningkatkan kolaborasi industri pertahanan, pengembangan kapasitas, pendidikan, serta latihan bersama. Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Mesir dalam membantu dan memfasilitasi kapal-kapal Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah.
Di sektor pendidikan, Indonesia berupaya memperluas pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, dan penelitian bersama. Prabowo juga menyambut tawaran Mesir untuk menambah beasiswa, terutama dalam bidang kedokteran, teknik, dan sains.
“Ke depan, Indonesia siap memperluas kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antar universitas, riset bersama, dan menjajaki peluang kerja sama di bidang-bidang lain,” ungkap Prabowo.
Di tengah agenda bilateral, persoalan Palestina menjadi salah satu isu internasional yang mendapat perhatian kedua pemimpin. Prabowo menegaskan Indonesia tetap mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian, dengan memberikan ruang bagi rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan hidup secara damai.
“Indonesia apalagi, tetap berpandangan bahwa terwujudnya negara Palestina berdasarkan solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut,” tegas dia.
Prabowo dan El-Sisi juga mengecam pembangunan permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat karena dinilai memperburuk situasi Palestina. Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kekerasan, operasi militer, dugaan pelanggaran hukum internasional, serta tindakan provokatif yang memperbesar ketegangan di kawasan tersebut.
“Kami mengecam keras pembangunan permukiman ilegal Israel, serta tindakan-tindakan yang justru semakin memperburuk keadaan,” ujar dia.
Kedua negara juga menyatakan komitmen untuk melanjutkan dukungan terhadap proses perdamaian dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina, termasuk pemulihan serta rekonstruksi Gaza. Prabowo menilai peningkatan konflik di Timur Tengah berpotensi mengancam keselamatan warga sipil, mengganggu stabilitas kawasan, dan berdampak terhadap perekonomian dunia.
“Kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan, hukum internasional sesuai dengan Piagam PBB, serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi,” kata Prabowo.
Selain konflik Timur Tengah, pertemuan tersebut membahas persoalan pembagian dan pemanfaatan air Sungai Nil yang berkaitan dengan pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) di Ethiopia. Prabowo menyatakan dukungan terhadap upaya Mesir untuk memperoleh kepastian hak atas sumber air, sembari berharap seluruh pihak mengutamakan kepentingan bersama dan menghormati hukum internasional.
“Kami berharap semua pihak mengutamakan kepentingan bersama di kawasan tersebut. Indonesia juga akan mendukung upaya Mesir untuk mengamankan hak atas airnya,” kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan keprihatinan apabila terdapat langkah yang berpotensi mengurangi hak suatu bangsa untuk mendapatkan kepastian sumber air.
“Khusus tentang Sungai Nil, kami sangat prihatin apabila ada pemikiran-pemikiran untuk melanggar hukum internasional, untuk mengurangi hak bangsa untuk mendapat kepastian sumber air,” ucap Prabowo.
Kunjungan El-Sisi merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Prabowo ke Mesir pada 2024 dan 2025. Prabowo menyebut kedatangan pemimpin Mesir tersebut sebagai kehormatan bagi Indonesia dan berharap pertemuan itu mempererat hubungan kedua negara dalam jangka panjang.
“Ini adalah kehormatan besar bagi saya dapat menerima kunjungan kenegaraan yang merupakan balasan,” ujar dia.
Prabowo juga menyampaikan harapan agar El-Sisi kembali berkunjung ke Indonesia bersama keluarganya. Ia berharap hubungan yang semakin erat dapat mendorong tindak lanjut konkret dari berbagai kesepakatan, baik dalam kerja sama ekonomi dan pertahanan maupun dukungan terhadap perdamaian internasional.
“Anggaplah Indonesia adalah rumah Presiden El Sisi yang kedua,” ujar Prabowo. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan