25 Atlet Bontang Dicoret, Target Tiga Besar Porprov Tetap Dibidik

Sebanyak 25 atlet Bontang dicoret dalam proses pengesahan karena persoalan domisili dan identitas kependudukan, tetapi kontingen tetap membidik posisi tiga besar Porprov Kaltim 2026.

BONTANG – Validasi administrasi atlet menjadi tantangan awal kontingen Kota Bontang menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026. Sebanyak 25 atlet dicoret dari daftar peserta setelah tim pengesahan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim menemukan persoalan domisili dan identitas kependudukan yang tidak sesuai dengan persyaratan sebagai atlet asal Bontang.

Ketua KONI Bontang, Andi Muhammad Amri, menjelaskan pencoretan terjadi karena sejumlah cabang olahraga (cabor) mengajukan atlet yang tidak berdomisili atau tidak memiliki identitas kependudukan Kota Bontang. Akibatnya, jumlah atlet yang sebelumnya diusulkan sebanyak 901 orang berkurang menjadi 876 orang.

Meski kehilangan 25 atlet dari daftar awal, Andi menegaskan kondisi tersebut tidak mengganggu kesiapan kontingen untuk mengikuti kompetisi yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026.

“Awal kami usul 901 atlet. Kemudian menyusut jadi 876. Sebanyak 25 dicoret. Itu bukan masalah bagi kami. Atlet kami sudah siap,” ucap Andi Amri.

Menurut Andi, fokus persiapan kini diarahkan pada keberangkatan dan kesiapan seluruh anggota kontingen. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dijadwalkan melepas rombongan melalui Wali Kota Bontang Neni Moernaeni pada Sabtu (7/11/2026).

Kontingen yang disiapkan untuk berangkat terdiri atas atlet dan ofisial, termasuk pelatih serta tim kesehatan. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah rombongan mencapai 1.162 orang, dengan rincian 876 atlet dan 290 ofisial.

Bontang dijadwalkan mengikuti pertandingan pada 60 cabang olahraga. Pemerintah daerah dan KONI Bontang menargetkan kontingen mampu menembus posisi tiga besar dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Andi menyebut komposisi atlet yang diberangkatkan merupakan atlet daerah sendiri. Hal itu menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target prestasi tanpa bergantung pada atlet dari luar daerah.

Untuk mendukung kebutuhan akomodasi dan fasilitas atlet maupun ofisial, Pemkot Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,5 miliar melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora-Parekraf).

“Kami sudah siap semua. Semoga target bisa maksimal,” sambungnya.

Dengan berkurangnya jumlah atlet setelah proses pengesahan, kontingen Bontang kini mengandalkan 876 atlet untuk bersaing pada 60 cabang olahraga. Kepatuhan terhadap persyaratan administrasi dan kesiapan atlet diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya mencapai target tiga besar Porprov Kaltim 2026. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *