Pemkab Kukar memberikan penghargaan kepada 15 inovator terbaik sekaligus memperkuat regulasi dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas inovasi daerah serta mengejar penghargaan IGA.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan penghargaan kepada 15 inovator terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan inovasi di berbagai sektor. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pembukaan Pekan Inovasi dan Kreativitas Kukar 2026 yang berlangsung secara virtual dari Ruang Serbaguna Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar mendorong pengembangan inovasi yang mampu meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, mempercepat pelayanan publik, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, perkembangan inovasi di Kukar menunjukkan kecenderungan positif. Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat ekosistem inovasi, termasuk melalui pembenahan regulasi agar berbagai terobosan yang dikembangkan dapat diterapkan secara optimal.
“Ke depan, kita berupaya melakukan pembenahan, terutama dari sisi regulasi. Salah satu target kami di sektor inovasi pemerintahan adalah meraih Innovative Government Award (IGA),” kata Aulia.
Menurut Aulia, pengembangan inovasi perlu menjadi perhatian seluruh unsur penyelenggara pemerintahan dan pelayanan masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), satuan pendidikan, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), hingga unit pelayanan lainnya.
Ia menilai inovasi tidak hanya berkaitan dengan penciptaan gagasan baru, tetapi juga kemampuan menghadirkan cara kerja yang lebih cepat, sederhana, dan efektif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Meski demikian, Aulia mengingatkan agar setiap inovasi tetap dikembangkan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pembenahan regulasi dan penguatan kerja sama antarpihak dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan inovasi di daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Inovasi dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Achmad Jais menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan atas inovasi dan kreativitas yang dikembangkan sepanjang 2025.
Sebanyak 15 inovator terpilih dari sejumlah kategori, yakni perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, serta pemuda dan mahasiswa. Para penerima penghargaan ditetapkan berdasarkan hasil penilaian terhadap inovasi yang dikembangkan pada masing-masing kategori.
“Kami berharap para pemenang dapat terus menjalankan dan mengembangkan inovasi yang telah dilaksanakan di perangkat daerah maupun lingkungan masing-masing, sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Jais menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi agar gagasan yang telah memperoleh penghargaan tidak berhenti pada pencapaian kompetisi, tetapi terus diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing lingkungan.
Selain itu, BRIDA Kukar berharap penguatan inovasi dapat melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, dan dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem inovasi yang lebih luas sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai terobosan yang dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Melalui penghargaan dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kukar berharap inovasi daerah semakin berkembang, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta meningkatkan daya saing Kukar dalam penilaian inovasi pemerintahan tingkat nasional. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan