Sebanyak 1.200 peserta mengikuti Happy Cycling 2026 dengan rute 15 kilometer untuk memperkuat kebersamaan komunitas sekaligus mendorong budaya hidup sehat dan pengembangan olahraga di Pontianak.
PONTIANAK – Sebanyak 1.200 pesepeda memadati ruas jalan Kota Pontianak dalam kegiatan Happy Cycling 2026, Sabtu (31/10/2026). Dengan rute sepanjang 15 kilometer, kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak itu diarahkan untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kebiasaan hidup sehat melalui olahraga bersepeda.
Konsep tahun ini berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada tahun-tahun terdahulu jarak tempuh disesuaikan dengan usia Kota Pontianak, kali ini panitia memilih rute yang lebih pendek agar peserta dapat menikmati kegiatan tanpa terbebani tantangan jarak jauh.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, perubahan tersebut mempertimbangkan kondisi perkotaan, cuaca, dan kenyamanan peserta. Menurut dia, nilai utama kegiatan bukan terletak pada panjang lintasan, melainkan kesempatan mempertemukan komunitas pesepeda dan masyarakat.
“Tahun ini agak berbeda dengan tahun kemarin. Biasanya setiap tahun jarak tempuh disesuaikan dengan usia Kota Pontianak, seperti tahun lalu 254 kilometer. Yang paling utama adalah silaturahmi bersama komunitas sepeda,” ujarnya.
Rute dimulai dari Taman Alun Kapuas, kemudian melintasi Jalan Tanjungpura, Jalan Veteran, dan Jalan Ahmad Yani hingga Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura (Untan). Peserta selanjutnya kembali melalui Jalan Ahmad Yani, Letjen Sutoyo, Purnama, Wono Baru, Tani Makmur, Prof. M. Yamin, Sultan Syahrir, Uray Bawadi, Alianyang, K.H. Ahmad Dahlan, Johar, Jenderal Urip, dan Zainuddin sebelum mencapai titik finis di Taman Alun Kapuas.
Edi berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak warga menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Tingginya partisipasi dalam Happy Cycling, menurut dia, menunjukkan bahwa aktivitas olahraga berbasis komunitas memiliki peluang untuk terus berkembang di Pontianak.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa semakin meningkatkan semangat komunitas maupun warga yang memiliki hobi dan kegemaran bersepeda di Kota Pontianak,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap aktivitas olahraga melalui peningkatan sarana dan prasarana. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas.
Edi menyebut Pontianak tidak hanya ingin berkembang sebagai kota yang humanis, tetapi juga sebagai kota yang ramah terhadap kegiatan olahraga. Konsep sport city dan sport tourism menjadi bagian dari arah pengembangan tersebut.
“Kita akan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga. Pontianak ingin kita jadikan kota yang selain humanis, juga ramah terhadap olahraga. Jadi, kita dorong sebagai sport city dan sport tourism,” jelasnya.
Menurut Edi, kegiatan olahraga yang melibatkan banyak orang tidak hanya memberikan manfaat bagi kebugaran fisik, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial. Karena itu, Pemkot Pontianak akan terus mendukung inisiatif komunitas dan insan olahraga agar kegiatan serupa dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Insya Allah Pemerintah Kota Pontianak akan terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan para insan olahraga untuk menjadikan kota ini sebagai tempat bagi keluarga yang sehat dan tentunya bahagia,” ungkapnya.
Ia juga berharap Happy Cycling dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya, terutama dalam meningkatkan kenyamanan dan keselamatan peserta. Dengan pendekatan yang lebih santai dan terbuka bagi berbagai kalangan, kegiatan bersepeda diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi budaya olahraga masyarakat Pontianak. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan