Sebanyak 90 peserta mengikuti InaSkills 2026 di Jakarta, dengan para pemenang dari lima bidang kompetisi utama dan dua kategori eksibisi diharapkan menjadi bagian dari penguatan kualitas tenaga kerja terampil nasional.
JAKARTA – Kompetisi keterampilan nasional Indonesia Skills Competition (InaSkills) 2026 resmi berakhir dengan pengumuman para pemenang dari lima bidang kompetisi utama dan dua kategori eksibisi penyolderan mikro (micro soldering). Sebanyak 90 peserta mengikuti ajang yang diselenggarakan untuk mengukur kompetensi tenaga terampil sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menutup kompetisi tersebut di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dari keseluruhan peserta, sebanyak 50 orang mengikuti lima bidang kompetisi utama, sedangkan 40 peserta lainnya berpartisipasi dalam kategori eksibisi micro soldering.
Lima bidang kompetisi yang dipertandingkan meliputi teknik refrigerasi dan tata udara (Refrigeration & Air Conditioning), otomasi industri (Industrial Automation), resepsionis hotel (Hotel Reception), desain berbantuan komputer untuk teknik mesin (Mechanical Engineering Computer-Aided Design/CAD), serta Internet untuk Segala (Internet of Things/IoT).
Sementara itu, kategori eksibisi micro soldering mempertandingkan keterampilan penyolderan komponen elektronik berukuran kecil pada perangkat Android dan iPhone.
Dalam sambutannya, Afriansyah menegaskan bahwa InaSkills bukan sekadar kompetisi untuk menentukan peserta dengan kemampuan terbaik, melainkan juga menjadi sarana pengembangan potensi dan peningkatan standar keterampilan generasi muda Indonesia.
“Kompetisi ini bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang terbaik. Lebih dari itu, InaSkills menjadi ruang untuk mengenali potensi, mengukur kompetensi, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu mencapai standar keterampilan yang lebih tinggi,” ujar Afriansyah dalam sambutan penutupnya.
Menurut Afriansyah, hasil kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, lembaga pelatihan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi secara berkelanjutan.
Evaluasi tersebut mencakup kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan industri, efektivitas metode pembelajaran, kelengkapan fasilitas praktik, hingga sistem penilaian kompetensi peserta.
Ia menilai peningkatan kualitas tenaga terampil tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara lembaga pelatihan, dunia industri, dan asosiasi profesi untuk memastikan keterampilan yang diajarkan benar-benar relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi terukur, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing industri nasional.
Afriansyah juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, kerja keras, dan dedikasi selama mengikuti kompetisi.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih juara bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi contoh bagi peserta lainnya.
“Prestasi membawa tanggung jawab. Saya berharap para pemenang dapat menjadi teladan dan terus mengembangkan kemampuan, sedangkan seluruh peserta tidak berhenti belajar dan meningkatkan keterampilannya,” katanya.
Dalam bidang Refrigeration & Air Conditioning, juara pertama diraih Moch. Dzaki Windarpratama, disusul Ahmad Bagus Nasyrah sebagai juara kedua dan Tabah Penemuan sebagai juara ketiga.
Pada bidang Industrial Automation yang dipertandingkan secara beregu, pasangan Muhammad Hanafi dan Adil Mulfid Riyanto berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Amin Muhammad Haikal dan Shandy Haykal Hartono, sedangkan juara ketiga diraih Ransen Angkasa dan Lamhot Tigor Purba.
Untuk bidang Hotel Reception, Rehan Saputra tampil sebagai juara pertama. Olivia Sukmadinata menempati posisi kedua, sementara Keisya Kirani Da Silva meraih juara ketiga.
Dalam kompetisi Mechanical Engineering CAD, gelar juara pertama diraih M. Reyhan Nasik, diikuti Moch. Celvin Argiansyah sebagai juara kedua dan Gilang Dwi Saputra sebagai juara ketiga.
Sementara itu, pada bidang Internet of Things (IoT) yang juga dilaksanakan secara beregu, pasangan Rendy Arriyadi Saputra dan Paulus Sadhana Kus Danang Mustiko keluar sebagai juara pertama.
Juara kedua diraih pasangan Radja Putra Akmal Maliki dan Jafar As Sidiq, sedangkan posisi ketiga ditempati Reyhan Adli Dzaki Havila dan Dani Ardiansyah.
Selain lima bidang utama, InaSkills 2026 menghadirkan eksibisi micro soldering yang menguji keterampilan teknis peserta dalam menangani komponen elektronik berukuran kecil.
Pada kategori Android, Denie Zulfian Rachman berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Wahyu Aji Saputro, sedangkan Muhamad Solahudin Kochoy meraih juara ketiga.
Adapun pada kategori iPhone, juara pertama diraih Den Mochammad Mahmud, sementara M. Ali Muhi menempati posisi kedua.
Penyelenggaraan InaSkills 2026 diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan kepada para pemenang, tetapi juga menjadi dasar penguatan sistem pelatihan vokasi nasional.
Melalui evaluasi kompetensi, pembaruan materi pelatihan, serta peningkatan kolaborasi dengan dunia industri, Kemnaker berharap ajang tersebut dapat berkontribusi terhadap lahirnya tenaga kerja terampil, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing di pasar kerja nasional maupun internasional. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan