320 Peserta dari Kaltim Ikuti Pelatihan Bela Negara di Balikpapan

Sebanyak 320 peserta dari berbagai daerah di Kaltim menjalani verifikasi dan pemeriksaan kesehatan menjelang Pelatihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama yang digelar Kemhan pada 3–5 November 2026 di Balikpapan.

BALIKPAPAN
– Sebanyak 320 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti tahapan verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani Pelatihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun Anggaran 2026 di Balikpapan. Proses pemeriksaan berlangsung di Aula Pendidikan Kejuruan (Dodikjur) Bela Negara Manggar, Balikpapan, Senin (2/11/2026), sebagai persiapan pelatihan yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026.

Ratusan peserta tersebut berasal dari sejumlah daerah, antara lain Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kota Bontang, Sangatta di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Mereka terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), serta berbagai komunitas.

Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta menjalani proses verifikasi dan pemeriksaan kesehatan (rikes) yang dilaksanakan panitia penyelenggara. Tahapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk memastikan kelengkapan persyaratan dan kesiapan kesehatan peserta selama mengikuti kegiatan.

Pelatihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun Anggaran 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) melalui Badan Cadangan Nasional bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Samarinda.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (03/11/2026) hingga Kamis (05/11/2026), di Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Jalan Mulawarman Nomor 30, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Pembukaan resmi pelatihan dijadwalkan dilakukan oleh Gabriel Lema dari Kemhan RI pada Selasa (03/11/2026). Kehadirannya diharapkan memberikan motivasi kepada para peserta untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat nasionalisme, patriotisme, dan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan.

Selama pelatihan, peserta dijadwalkan memperoleh pembinaan bela negara, materi wawasan kebangsaan, serta pembekalan mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai warga negara. Panitia juga menyiapkan perlengkapan pakaian dinas lapangan (PDL) bela negara untuk menunjang kegiatan.

Melalui pembinaan dan kegiatan bersama, para peserta diharapkan dapat memperluas jaringan antarkomunitas, mempererat persaudaraan, serta membangun sikap disiplin dan semangat kebersamaan meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam pelatihan ini menunjukkan adanya partisipasi lintas kelompok dalam upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan. Pelatihan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah menyelesaikan pelatihan, sebanyak 320 peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi menjaga persatuan, ketahanan sosial, dan semangat cinta tanah air di lingkungan masing-masing. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *