Pemkot Bontang meminta Badak LNG merinci kebutuhan pekerja untuk reaktivasi kilang yang direncanakan mulai 2028, dengan target 75 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.
BONTANG – Rencana reaktivasi tiga train kilang pencairan gas alam PT Badak LNG diproyeksikan membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga kerja di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menargetkan 75 persen kebutuhan pekerja dapat dipenuhi tenaga kerja lokal, seiring persiapan infrastruktur yang direncanakan mulai 2027 dan reaktivasi bertahap mulai 2028.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta PT Badak LNG segera memaparkan kebutuhan tenaga kerja secara terperinci, termasuk jumlah, kualifikasi, dan jenis pekerjaan yang diperlukan. Langkah tersebut dinilai penting agar pencari kerja lokal memiliki waktu untuk menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan perusahaan.
“Kami ingin 75 persen bisa diserap tenaga kerja lokal. Lumayan kalau infrastruktur mulai dibangun, akan membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Pemkot Bontang belum menerima pemetaan final mengenai kebutuhan pekerja dari perusahaan. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan persiapan reaktivasi kilang tidak hanya mendukung kegiatan industri, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Senior Manager Supply Chain Badak LNG Yuli Gunawan menjelaskan, pengaktifan kembali fasilitas kilang akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan gas. Pada tahap awal, perusahaan berencana mengaktifkan satu train untuk keperluan uji coba.
Setelah pasokan gas mencapai 100 persen, dua train lainnya direncanakan menyusul untuk direaktivasi. Setiap train diperkirakan membutuhkan sekitar 300 pekerja sehingga kebutuhan tenaga kerja untuk ketiga unit tersebut berpotensi mencapai sekitar 900 orang jika seluruh tahapan terlaksana sesuai rencana.
Persiapan infrastruktur dijadwalkan dimulai pada 2027. Sementara itu, perusahaan masih menyelesaikan perencanaan dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja agar proses perekrutan dapat disesuaikan dengan tahapan operasional kilang.
Yuli menyebut posisi pengawas, operator, dan teknisi diperkirakan menjadi kelompok pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan. Namun, jumlah pasti pekerja untuk setiap posisi beserta kualifikasi yang dipersyaratkan masih menunggu penyelesaian pemetaan internal perusahaan.
Untuk mendukung proses perekrutan, Badak LNG akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang. Perusahaan juga menyatakan proses penerimaan pekerja akan dilakukan secara terbuka dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Nanti kami akan berkoordinasi dengan Disnaker Kota Bontang. Kebutuhan dan pemetaan akan kami sampaikan melalui surat resmi,” pungkasnya.
Pemkot Bontang akan menggunakan data Disnaker sebagai salah satu dasar untuk menyiapkan pencari kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga akan mengawal proses tersebut agar peluang yang muncul dari reaktivasi kilang dapat diakses masyarakat lokal berdasarkan kompetensi dan persyaratan pekerjaan.
“Masih mereka petakan. Kebutuhannya tadi disebut 300 orang, itu yang kami kawal. Pemerintah kota menyiapkan sesuai kebutuhan tenaga kerja berdasarkan data Disnaker Bontang,” tutupnya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak sebelum reaktivasi, Pemkot Bontang berharap tenaga kerja lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam proyek tersebut. Meski demikian, target penyerapan pekerja lokal dan proyeksi kebutuhan tenaga kerja masih perlu diselaraskan dengan hasil pemetaan resmi perusahaan serta kepastian pasokan gas. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan