Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda

Dispar Kukar Siapkan Jambore Ekraf untuk Himpun Produk Unggulan 20 Kecamatan

Dispar Kukar menyiapkan Jambore Ekraf 2027 untuk mengkurasi produk potensial dari 20 kecamatan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dan membuka jaringan pemasaran menuju pasar nasional hingga internasional.

KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program Jambore Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada 2027 untuk menghimpun, mengembangkan, dan mempromosikan produk unggulan dari 20 kecamatan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui proses kurasi, pelatihan usaha, dan perluasan jaringan pemasaran.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari subkegiatan promosi produk ekonomi kreatif yang telah dibahas dalam rapat koordinasi teknis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Bappeda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), serta dinas pariwisata tingkat kabupaten dan provinsi.

Menurut Zikri, Jambore Ekraf akan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dari seluruh kecamatan di Kukar untuk memperkenalkan produk potensial sekaligus mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan kualitas dan daya saing usaha.

Dalam pelaksanaannya, produk-produk potensial berdasarkan pendataan Dispar Kukar dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan dihimpun di Tenggarong untuk mengikuti proses kurasi. Pelaku usaha juga akan memperoleh pelatihan pengembangan produk, strategi pemasaran, teknik presentasi bisnis (business pitching), serta penyusunan cerita produk (storytelling) untuk meningkatkan nilai jual.

“Produk yang potensial berdasarkan data kami dan OPD lainnya akan dikumpulkan di satu tempat, yaitu Tenggarong, untuk dikurasi. Dalam kurasi itu akan ada workshop dan pelatihan, termasuk bagaimana mereka melakukan pitching bisnis dan storytelling produk,” ujarnya saat ditemui di Jam Bentong, Tenggarong, Senin (02/11/2026).

Zikri menjelaskan, proses kurasi tidak hanya berfokus pada kemasan dan tampilan produk, tetapi juga mempertimbangkan potensi pengembangan usaha, ketersediaan bahan baku, kemampuan pelaku usaha, sistem penjualan, serta kesiapan rantai pasok.

Penilaian terhadap berbagai aspek tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi produk yang memiliki peluang berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Selain memberikan pembinaan, Dispar Kukar berencana menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan forum Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dan berbagai pihak yang memiliki jaringan usaha.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperoleh dukungan yang belum dapat difasilitasi secara langsung oleh pemerintah daerah, termasuk pengujian laboratorium, sertifikasi produk, dan perluasan akses pemasaran.

Program Jambore Ekraf juga dirancang berlangsung secara bertahap. Setelah melalui proses kurasi dan pembinaan, produk yang dinilai potensial akan dipersiapkan mengikuti kegiatan pertemuan bisnis (business matching) pada triwulan IV 2027.

Melalui kegiatan tersebut, Dispar Kukar berencana mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon mitra usaha menggunakan skema kerja sama antarpelaku bisnis (business to business atau B2B), dengan sasaran awal memperluas pemasaran produk ke tingkat nasional.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Dispar Kukar akan melibatkan akademisi, pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnis, serta sejumlah OPD terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketenagakerjaan.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan usaha, meningkatkan kualitas produk, dan membuka peluang kerja sama pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif di Kukar.

Melalui Jambore Ekraf 2027, produk-produk potensial dari 20 kecamatan di Kukar diharapkan tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing untuk memasuki pasar nasional dan membuka peluang ekspansi ke pasar internasional. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *