Sebanyak 11 biker cilik asal Paser mengikuti Festival Pushbike di Samarinda sebagai ajang pembinaan mental, fisik, dan prestasi anak.
PASER – Sebanyak 11 pembalap sepeda tanpa pedal (pushbike) asal Kabupaten Paser mengikuti Festival Race Season 2 di Kota Samarinda pada 6 April 2026, dalam ajang tingkat regional yang memperebutkan Piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus menjadi sarana pembinaan mental dan fisik anak sejak usia dini.
Kompetisi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dan tidak hanya berfokus pada adu kecepatan, tetapi juga menjadi ajang edukasi serta hiburan keluarga. Peserta dibagi dalam tiga kategori berdasarkan tahun lahir, yakni rookie untuk pemula, novice untuk tingkat menengah, dan elite untuk kategori tertinggi. Setiap peserta menempuh lintasan sepanjang 250 meter dalam empat kali balapan.
Salah satu orang tua peserta atau papa rider sebutan bagi orang tua yang mendampingi anak dalam olahraga pushbike Rizal menilai olahraga ini penting untuk membentuk mental anak. Ia menekankan peran orang tua dalam menjaga konsistensi latihan.
“Kalau untuk awal-awal tentu ada masanya dia malas, hilang semangat, tapi kita sebagai orang tua harus tetap memotivasi, memberikan dukungan, bahkan dengan memberi reward untuk memacu kembali semangat anak,” ujarnya saat ditemui saat mendampingi anak berlatih, Jumat (10/04/2026).
Menurut Rizal, keterlibatan dalam komunitas juga berperan penting dalam membangun kepercayaan diri anak saat mengikuti kompetisi. “Dari komunitas dia akan mulai bertemu banyak teman, belajar bagaimana berkompetisi dengan sehat. Semua didapatkan dari komunitas,” kata Rizal.
Sementara itu, pelatih pushbike Paser Heri mengaku bangga atas capaian para pembalap cilik yang mampu bersaing di ajang tersebut. Ia menegaskan bahwa melatih anak usia dini membutuhkan kesabaran dan dukungan penuh dari orang tua.
“Latihan kita rutin, seminggu 4 kali. Dari awal kita latih dulu kekuatan anak, mulai dari lari, melatih otot kaki kita jadikan dasar,” jelas Heri.
Ia menambahkan kekuatan kaki menjadi faktor utama dalam olahraga ini, mengingat panjang lintasan dan kecepatan menjadi dasar penilaian dalam kejuaraan.
Di akhir kegiatan, Rizal berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dapat memberikan perhatian lebih terhadap komunitas pushbike, mengingat prestasi yang diraih dinilai cukup membanggakan.
“Tentu kami berharap pemerintah dapat andil ya, apalagi ini event nasional. Paser bisa membawa pulang banyak piala, semoga bisa menjadi perhatian pemerintah. Tidak muluk-muluk, paling tidak transportasi atau penginapan bisa dibantu, mengingat kami kemarin memang benar-benar memakai dana pribadi,” pungkasnya.
Partisipasi pembalap cilik Paser dalam ajang ini menunjukkan potensi besar olahraga pushbike sebagai sarana pembinaan karakter, sekaligus membuka peluang pengembangan olahraga anak yang lebih terarah dengan dukungan pemerintah daerah ke depan.[]
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan