BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual dengan menyalurkan hibah senilai Rp7,87 miliar kepada 38 rumah ibadah di berbagai kecamatan. Setiap rumah ibadah menerima bantuan mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan, bantuan ini bukan sekadar dana, tetapi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam memfasilitasi umat agar lebih nyaman menjalankan ibadah sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Ini wujud perhatian Pemkab Berau terhadap sarana keagamaan sekaligus untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama yang selama ini sudah baik,” ujar Sri Juniarsih saat menyerahkan hibah secara simbolis di Tanjung Redeb, Selasa (10/02/2026).
Dana hibah tersebut difokuskan untuk pembangunan, perbaikan, dan peningkatan fasilitas rumah ibadah, termasuk masjid, gereja, dan pondok pesantren. Selain untuk kegiatan ibadah, rumah ibadah juga difungsikan sebagai pusat pembinaan moral, pendidikan keagamaan, dan penguatan nilai kebersamaan.
Sri Juniarsih menambahkan, dengan bimbingan moral dan akhlak yang diberikan di rumah ibadah, umat diharapkan juga bisa lebih peduli terhadap lingkungan, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam.
Beberapa rumah ibadah yang menerima bantuan secara simbolis antara lain Masjid Al-Ikhlas, Masjid Darussalam, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, dan Pondok Pesantren Al-Kholil. Bupati berharap bantuan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik untuk kegiatan ibadah maupun operasional kelembagaan.
“Rumah ibadah dan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membina moral, mempererat persatuan, dan menjaga nilai-nilai sosial di tengah arus global. Kami akan terus mendukung kegiatan keagamaan sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan