Pemkab Paser menyiapkan desa unggulan melalui pemetaan, seleksi ketat, dan program Salam Berdesa untuk bersaing dalam ajang Desa Berprestasi tingkat Kaltim hingga nasional.
PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mematangkan persiapan desa-desa terbaik untuk bersaing dalam ajang Desa Berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga nasional. Proses penjaringan dilakukan sejak awal melalui pemetaan desa potensial berdasarkan usulan dari masing-masing kecamatan.
“Dari awal sudah kita petakan desa-desa mana yang memang layak untuk mewakili Kabupaten Paser. Yang kita petakan itu kemudian menjadi usulan kecamatan,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Paser Chandra, saat ditemui Jumat (03/07/2026).
Chandra mengatakan, Pemkab Paser menyiapkan proses seleksi secara ketat agar desa yang dikirim benar-benar memiliki kualitas dan daya saing. Panitia juga menggandeng juri yang dinilai berkompeten dengan standar penilaian tinggi.
Menurut dia, strategi unggulan Paser tahun ini bertumpu pada program “Salam Berdesa: Satu Malam Bersama di Desa”. Program tersebut berfokus pada pembinaan administrasi pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan nonformal.
“Kami bermalam bersama teman-teman desa, teman-teman organisasi di tingkat desa. Mau pakai sarung, mau tidur, mau sambil tiarap, bebas. Jadi tidak ada batasan formal. Kalau tidak informal, susah masuknya. Kalau informal, cepat,” imbuhnya.
Pendekatan itu telah berjalan selama tiga tahun dan diprioritaskan di wilayah pedalaman serta daerah aliran sungai. Cakupan pembinaannya meliputi tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, hingga pelestarian budaya.
Saat ini, proses seleksi di tingkat provinsi sudah berjalan. Salah satu desa dari Paser yang berhasil menembus tiga besar tingkat provinsi adalah Desa Klempang Sari. Desa terbaik dari tiga besar tersebut nantinya akan mewakili Kaltim di tingkat regional.
“Nanti di tingkat nasional dilakukan penjaringan lagi. Sistem seleksi berjenjang dilakukan hingga tingkat Kemendagri, di mana dokumen akan diseleksi lagi menjadi lima besar per provinsi”, jelas Chandra.
Chandra menjelaskan, setiap provinsi akan dibagi ke dalam empat regional, yakni Regional I Sumatera, Regional II Jawa-Bali, Regional III Kalimantan-Sulawesi, serta Regional IV Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Seleksi berjenjang itu menjadi tahapan penting sebelum desa terbaik melaju ke tingkat nasional melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dengan capaian tersebut, Pemkab Paser menargetkan kembali meraih prestasi nasional seperti yang pernah ditorehkan Desa Padang Jaya. “Kalau ditanya target, kami Kabupaten Paser optimis targetnya juara lagi. Target kami seperti Padang Jaya itu,” pungkasnya.
Melalui kombinasi penilaian ketat, pendampingan berkelanjutan, dan pendekatan pembinaan yang lebih membumi lewat “Salam Berdesa”, Pemkab Paser berharap desa-desa unggulan daerah mampu bersaing sekaligus mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan