IRGC mengeklaim serangan yang menyasar fasilitas militer AS di Kuwait merupakan aksi balasan terhadap Washington dan bukan ditujukan kepada pemerintah maupun rakyat Kuwait.
TEHERAN – Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps / IRGC) menyatakan serangan yang dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait merupakan aksi balasan terhadap Washington, bukan ditujukan kepada rakyat maupun negara Kuwait. IRGC menegaskan pihak yang dinilai melanggar kedaulatan Kuwait adalah AS melalui keberadaan fasilitas militernya di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pangkalan militer AS menjadi sasaran karena dianggap berada di luar kendali penuh aparat perbatasan Kuwait. Mereka juga mengeklaim kawasan tersebut digunakan oleh personel militer AS untuk berbagai aktivitas tanpa kendali otoritas setempat.
“Jadi Amerika-lah yang telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan Anda, bukan kami. Kami menyerang tanah yang diduduki oleh tentara Amerika, tentara yang tidak mengenal apa pun selain kejahatan,” demikian pernyataan IRGC sebagaimana diberitakan Sindonews, Kamis (23/07/2026).
IRGC mengklaim serangan tersebut menghantam sejumlah aset militer AS, termasuk gudang peralatan militer, sistem pertahanan rudal Patriot, hanggar pesawat nirawak MQ-9, fasilitas akomodasi personel militer, serta dua hanggar helikopter di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Barak Al Adiri.
Selain itu, IRGC juga mengaku menargetkan menara telekomunikasi sebagai respons atas serangan yang sebelumnya disebut dilakukan AS terhadap fasilitas serupa di Iran.
Pernyataan tersebut merupakan klaim sepihak dari IRGC. Hingga berita ini disusun, belum terdapat konfirmasi independen maupun tanggapan resmi dari pemerintah AS atau pemerintah Kuwait terkait tingkat kerusakan, korban, maupun rincian serangan yang diklaim Iran. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan