Generator PLTU Asam-Asam Rusak, Pasokan Listrik Kalselteng Menurun

PLN meminta masyarakat mengurangi penggunaan listrik pada jam beban puncak untuk menjaga kestabilan sistem selama perbaikan sejumlah pembangkit di Sistem Interkoneksi Kalimantan.

PALANGKA RAYA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) meminta masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) menghemat penggunaan listrik, terutama pada jam beban puncak, menyusul gangguan sejumlah unit pembangkit dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Penghematan diperlukan untuk membantu menjaga keseimbangan pasokan listrik selama tim teknis memperbaiki unit pembangkit yang mengalami kerusakan. PLN juga menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah guna mencegah gangguan kelistrikan meluas.

Masyarakat disarankan mematikan peralatan elektronik yang tidak mendesak selama jam beban puncak pukul 17.00–20.00 WIB. Penggunaan pendingin udara atau air conditioner (AC) juga dianjurkan pada suhu di atas 24 derajat Celsius agar konsumsi listrik dapat ditekan.

Gangguan pasokan terjadi akibat kerusakan generator Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam. Selain itu, kebocoran pipa ketel uap dan turbin terjadi pada dua unit pembangkit milik produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP).

Kondisi tersebut menyebabkan daya yang disalurkan ke sejumlah wilayah Kalselteng menurun secara signifikan. PLN kemudian menerjunkan tim khusus untuk mempercepat perbaikan dan pemulihan sistem kelistrikan.

General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng Iwan Soelistijono mengatakan, penanganan dilakukan secara intensif pada setiap unit pembangkit yang mengalami gangguan.

“Tim di lapangan terus bekerja mengejar penanganan teknis di setiap titik kerusakan. Kami menargetkan pasokan listrik Kalselteng mulai berangsur normal pada pekan pertama Agustus 2026 mendatang, seiring penuntasan pengujian keamanan unit-unit pembangkit secara bertahap,” kata Iwan, Selasa (28/07/2026).

Sebagaimana dilansir Media Center Palangka Raya, Selasa (28/07/2026), pengujian keamanan harus dilakukan secara bertahap sebelum unit pembangkit kembali dioperasikan untuk memasok listrik kepada pelanggan.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemulihan. Perusahaan tersebut memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat normalisasi pasokan listrik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Kesadaran masyarakat menghemat listrik sangat membantu kami menjaga kestabilan sistem. Kami berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal,” pungkas Iwan.

Partisipasi masyarakat dalam mengurangi pemakaian listrik pada jam beban puncak diharapkan membantu menjaga kestabilan Sistem Interkoneksi Kalimantan hingga seluruh unit pembangkit kembali beroperasi secara aman dan pasokan listrik Kalselteng berangsur normal. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com