Korea Utara Hadapi Suhu Ekstrem, Sup Daging Anjing Masuk Daftar Anjuran

Di tengah suhu yang mencapai 36,7 derajat Celsius, Korea Utara menganjurkan sejumlah makanan tradisional, mulai dari semangka dan mentimun hingga sup daging anjing, untuk membantu warga menghadapi gelombang panas.

PYONGYANG – Korea Utara mengandalkan pendekatan berbasis pola makan tradisional untuk membantu masyarakat menghadapi gelombang panas ekstrem yang melanda Semenanjung Korea. Selain semangka, mentimun, kacang hijau, dan kaldu ayam, pemerintah juga menganjurkan konsumsi sup daging anjing yang secara tradisional dipercaya membantu tubuh menghadapi cuaca panas.

Anjuran tersebut muncul ketika suhu di Korea Utara mencapai 36,7 derajat Celsius pada Kamis (06/08/2026). Angka itu disebut sebagai suhu tertinggi yang tercatat sejak pencatatan cuaca dimulai di negara tersebut.

Media pemerintah Korea Utara menggambarkan Kim Jong-un turut mempromosikan sejumlah cara menghadapi gelombang panas, termasuk melalui konsumsi makanan yang secara tradisional dikaitkan dengan peningkatan daya tahan tubuh saat musim panas.

Informasi tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (08/08/2026), merujuk laporan media asing mengenai anjuran kesehatan yang dipublikasikan surat kabar Rodong Sinmun.

Dalam artikel yang diterbitkan Minggu (02/08/2026), seorang dokter di Rumah Sakit (RS) Umum Pyongyang merekomendasikan sejumlah makanan yang dianggap membantu menghadapi cuaca panas, antara lain semangka, mentimun, kacang hijau, dan sup daging anjing.

Sup daging anjing disebut memiliki keterkaitan dengan kepercayaan tradisional masyarakat Korea Utara. Makanan tersebut dipandang sebagai salah satu hidangan musim panas dan mendapat pembahasan tersendiri dalam Rodong Sinmun.

Surat kabar tersebut bahkan mengutip pepatah lama yang menggambarkan kuatnya kepercayaan terhadap hidangan itu dalam tradisi masyarakat setempat.

“Jika sup daging anjing tumpah di atas kaki saat musim panas yang terik, maka sup itu bisa menjadi obat”.

Di tengah suhu ekstrem tersebut, Korea Utara hingga kini belum merilis data mengenai jumlah korban meninggal akibat gelombang panas. Sementara itu, Korea Selatan telah melaporkan lebih dari 20 kematian yang dikaitkan dengan kondisi cuaca panas.

Gelombang panas di Semenanjung Korea menunjukkan ancaman suhu ekstrem tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga mendorong pemerintah dan tenaga kesehatan mencari berbagai cara untuk menjaga kondisi tubuh warga. Di Korea Utara, pendekatan tersebut turut berpijak pada tradisi pangan yang telah lama hidup di masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com