Kematian Remaja 13 Tahun Picu Desakan Pengetatan Discord

Pemerintah Brasil mendesak Discord memperkuat keamanan pengguna anak setelah kematian remaja 13 tahun yang sedang diselidiki, sementara sedikitnya lima remaja telah ditangkap terkait perkara tersebut.

BRASILIA – Pemerintah Brasil mendesak Discord memperkuat sistem perlindungan bagi pengguna anak dan remaja setelah kematian seorang remaja perempuan berusia 13 tahun yang diduga terkait dengan interaksi berbahaya di platform tersebut. Polisi telah menangkap sedikitnya lima remaja yang diduga berkaitan dengan perkara itu.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena penyidik menduga korban mendapat dorongan untuk melakukan tindakan melukai diri sendiri hingga berujung kematian ketika berlangsung siaran langsung melalui Discord. Penyelidikan kini diarahkan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain sekaligus menilai keamanan platform bagi pengguna di bawah umur.

Kantor Jaksa Agung Uni Brasil (Attorney-General of the Union) (AGU) meminta Discord mengambil langkah tambahan untuk memperkuat keselamatan anak dan remaja yang menggunakan layanan komunikasi daring tersebut.

AGU mengatakan telah meminta Discord untuk “mengadopsi langkah-langkah yang bertujuan untuk memperkuat keamanan penggunanya, khususnya anak-anak dan remaja”, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (12/08/2026).

Discord menyatakan telah bekerja sama dengan aparat berwenang selama proses penyelidikan. Platform tersebut juga mengklaim telah menonaktifkan sebuah peladen pribadi sebelum korban meninggal dunia karena diduga digunakan untuk mendorong tindakan melukai diri sendiri.

Penanganan perkara itu tidak hanya berfokus pada dugaan keterlibatan individu. Pemerintah Brasil juga meningkatkan tekanan terhadap perusahaan platform digital agar mempunyai mekanisme yang lebih efektif untuk mendeteksi dan mencegah konten maupun interaksi yang dapat membahayakan pengguna anak.

Kasus tersebut turut mendapat perhatian Rosangela da Silva, istri Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. Ia menyerukan agar Discord ditutup dan meminta tindakan lebih tegas terhadap jaringan yang dinilai membahayakan pengguna.

Ia juga meminta “lembaga peradilan untuk menghapus jaringan mengerikan ini dari internet”.

Desakan tersebut muncul ketika Brasil telah memperketat aturan perlindungan anak di ruang digital. Sejak awal 2026, negara itu menerapkan ketentuan yang mewajibkan akun pengguna berusia di bawah 16 tahun dihubungkan dengan akun orang tua serta memberlakukan verifikasi usia.

Kematian remaja tersebut kini memperkuat perdebatan mengenai tanggung jawab platform digital dalam mencegah kekerasan, perundungan, eksploitasi, dan dorongan melakukan tindakan berbahaya terhadap anak. Hasil penyelidikan diharapkan dapat mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa sekaligus menjadi dasar penguatan perlindungan pengguna usia muda di ruang digital. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com