Pemadaman Karhutla Dipercepat, Polda Kalsel Tambah 12 Kolam Air

Sebanyak 12 kolam portabel berkapasitas 12 ribu liter dipasang di tiga kawasan prioritas Banjarbaru untuk mendekatkan pasokan air ke lokasi karhutla.

BANJARBARU – Keterbatasan akses air saat pemadaman karhutla mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) memasang 12 kolam portabel berkapasitas 12 ribu liter di tiga kawasan rawan kebakaran di Banjarbaru. Fasilitas tersebut dirancang untuk memperpendek jarak antara sumber air dan titik api sehingga proses pemadaman serta pembasahan lahan dapat dilakukan lebih cepat.

Kolam portabel yang bentuknya serupa kolam bioflok itu ditempatkan di Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang, dan Pengayuan. Ketiga lokasi tersebut menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla karena aktivitas kebakaran masih membutuhkan dukungan sumber air yang mudah dijangkau petugas.

Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan pemasangan fasilitas tersebut dilakukan sebagai solusi atas kendala jarak sumber air dengan lokasi kebakaran. “Sampai hari ini sudah 12 terpasang, kita bagi di Guntung Damar, hutan lindung Liang Anggang dan Pengayuan,” kata dia di Banjarbaru, Jumat, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (28/08/2026).

Menurut Yudha, jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api selama ini dapat menghambat efektivitas pemadaman. Karena itu, keberadaan kolam portabel di dekat kawasan terbakar memungkinkan pasokan air tersedia lebih dekat dengan petugas yang bekerja di lapangan.

“Proses pemadaman dan pembasahan lahan terbakar pun bisa lebih cepat tanpa kendali air,” jelasnya.

Pengisian kolam tersebut tetap mengandalkan sumber air utama yang tersedia di sekitar lokasi, antara lain embung, sumur bor, dan hidran. Dengan pola itu, kolam berfungsi sebagai tempat penampungan sementara yang mendekatkan air ke area operasi pemadaman.

Pemilihan kolam portabel juga dinilai lebih praktis dibandingkan pembangunan embung atau kolam konvensional yang membutuhkan penggalian tanah. Kondisi musim kemarau panjang turut menjadi pertimbangan karena ketersediaan air bawah tanah disebut semakin menipis.

“Belum lagi izin sama pemilik lahan jika kita harus menggali tanah dalam pembuatan sumur,” tambah kapolda.

Selain dapat dipasang dengan cepat, kolam portabel dapat dibongkar dan dipindahkan ke lokasi lain sesuai kebutuhan. Setelah penanganan karhutla selesai, fasilitas tersebut juga berpotensi dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan masyarakat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com