Lindungi Pengendara dan Pedagang, Masker Dibagikan Serentak di Banjarbaru

Sebanyak 1.500 masker dibagikan di empat titik Kecamatan Banjarbaru Selatan untuk melindungi warga yang tetap beraktivitas di tengah paparan kabut asap karhutla.

BANJARBARU – Penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru tidak hanya dilakukan dengan upaya pemadaman, tetapi juga perlindungan langsung terhadap warga yang tetap beraktivitas di luar rumah. Sebanyak 1.500 masker dibagikan secara serentak di empat titik di Kecamatan Banjarbaru Selatan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.

Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah mengatakan pembagian masker dilakukan bersama seluruh kelurahan di wilayah tersebut dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan perlindungan dari paparan asap. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WITA dan melibatkan aparatur kecamatan, kelurahan, unsur masyarakat, serta relawan.

“Pembagian masker serentak dilaksanakan kecamatan bersama kelurahan se-Kecamatan Banjarbaru Selatan. Total sebanyak 1.500 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat karhutla,” ujar Firmansyah di Banjarbaru, Jumat, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (28/08/2026).

Pembagian tidak dipusatkan di satu lokasi. Empat titik dipilih untuk memperluas jangkauan, yakni Lampu Merah Loktabat Selatan, Masjid Hidayatul Muhajirin, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung Al-Munawarah, serta wilayah Kelurahan Sungai Besar.

“Empat titik tersebut dipilih agar pembagian masker dapat menjangkau masyarakat lebih luas, terutama pengendara dan warga yang sedang beraktivitas di luar rumah sehingga bisa melindungi mereka dari terhirup kabut asap,” ucapnya.

Di Kelurahan Guntung Paikat, kegiatan melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW), hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Pelibatan berbagai unsur tersebut memperluas jangkauan distribusi masker kepada warga yang berada di ruang publik.

Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi mengatakan pembagian masker di kawasan perempatan Masjid Hidayatul Muhajirin menyasar pengendara, pedagang, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya pencegahan terhadap dampak kabut asap.

“Kami sangat mendukung pembagian masker gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian jajaran pemerintah sehingga mereka terhindar gangguan kesehatan akibat terhirup kabut asap karhutla,” katanya.

Pembagian masker tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap karhutla juga diarahkan pada pengurangan dampak yang dirasakan masyarakat. Perlindungan diberikan terutama kepada warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara masih terdampak asap.

Dengan melibatkan kecamatan, kelurahan, unsur masyarakat, dan relawan, upaya perlindungan warga diharapkan dapat terus berjalan seiring penanganan sumber kebakaran. Pendekatan tersebut menempatkan keselamatan masyarakat sebagai bagian dari penanggulangan karhutla, tidak hanya berfokus pada pemadaman api. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com