Sampah Warga Guntung Paikat Diubah Jadi Bantuan untuk Relawan Damkar

Warga Kelurahan Guntung Paikat mengumpulkan 126 kilogram botol plastik melalui gerakan sedekah sampah yang hasil penjualannya akan diberikan kepada relawan Damkar.

BANJARBARU – Sampah botol plastik yang dikumpulkan warga Kelurahan Guntung Paikat berhasil mencapai 126 kilogram dan akan diubah menjadi dukungan bagi relawan pemadam kebakaran (Damkar) yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gerakan tersebut menunjukkan bahwa sampah rumah tangga dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana gotong royong masyarakat.

Pengumpulan sampah itu dilakukan melalui kegiatan jalan sehat dan sedekah sampah botol plastik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (30/8/2026). Warga diwajibkan membawa sedikitnya dua botol plastik bekas dari rumah untuk memperoleh kupon pengundian hadiah, sebagaimana diberitakan Media Center Banjarbaru, Senin, (31/08/2026).

Botol plastik yang terkumpul selanjutnya dipilah dan dijual. Hasil penjualan tersebut direncanakan diberikan kepada relawan Damkar sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap petugas yang bekerja menangani karhutla di lapangan.

Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang agar peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menghasilkan manfaat sosial dan lingkungan.

“Perayaan kemerdekaan tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga membawa pesan tentang kesehatan, kebersihan lingkungan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong,” ujar.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita dari Kantor Kelurahan Guntung Paikat dan berakhir di lokasi yang sama. Peserta menempuh rute sekitar 2,3 kilometer dengan tema “Langkah Sehat, Guntung Paikat Bersih, Banjarbaru Emas, Indonesia Maju.”

Setiap warga yang menyerahkan sedikitnya dua botol plastik bekas memperoleh satu kupon doorprize. Hadiah yang disiapkan panitia antara lain kulkas, televisi, kipas angin, kompor gas, dispenser, penanak nasi, setrika, kettle, blender, dan pengeras suara aktif.

Reza menilai jumlah sampah yang terkumpul memperlihatkan besarnya manfaat apabila kebiasaan memilah sampah dilakukan secara bersama-sama. Sebanyak 126 kilogram botol plastik menjadi hasil dari partisipasi warga dalam kegiatan tersebut.

“Dua botol plastik dari satu warga mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika dilakukan bersama oleh masyarakat satu kelurahan, hasilnya bisa mencapai ratusan kilogram dan berubah menjadi manfaat bagi orang lain,” katanya.

Menurut Reza, nilai bantuan yang diperoleh dari penjualan sampah bukan satu-satunya tujuan kegiatan. Dukungan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan masyarakat kepada para relawan Damkar yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran.

“Mungkin bantuan yang kami berikan nilainya tidak seberapa, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan para relawan tidak berjalan sendiri. Ada masyarakat yang peduli dan mendukung,” tuturnya.

Program tersebut merupakan bagian dari inovasi Kelurahan Guntung Paikat bernama GAPAI BERKAH yang mendorong masyarakat mengumpulkan dan memilah sampah bernilai ekonomis untuk dimanfaatkan kembali dalam kegiatan sosial.

“Jangan langsung menganggap sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Jika dikelola bersama, sampah bisa menjadi sumber manfaat,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan kelurahan, Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), relawan, serta masyarakat.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Guntung Paikat berlanjut dengan lomba domino dan catur antar-RT/RW pada 31 Agustus hingga 1 September 2026. Kegiatan kemudian ditutup dengan syukuran, doa bersama, dan makan bersama.

Reza berharap kebiasaan mengelola sampah dan semangat gotong royong yang muncul dalam kegiatan tersebut dapat terus berlangsung setelah rangkaian peringatan kemerdekaan selesai.

“Kelurahan yang kuat bukan hanya karena program pemerintahnya, tetapi karena masyarakatnya mau bergerak dan peduli bersama,” tegasnya.

Pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga itu sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat dihubungkan dengan kegiatan sosial. Sampah yang semula tidak bernilai dapat menghasilkan manfaat ekonomi, sementara hasilnya disalurkan untuk mendukung relawan yang menghadapi karhutla. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com