Peringatan HKN ke-62 di RSUD Kuala Kurun dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat mutu pelayanan dan kesiapan menghadapi proses akreditasi pada 2027.
GUNUNG MAS – Rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun tidak hanya diarahkan sebagai agenda peringatan, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi akreditasi 2027. Wakil Bupati Gunung Mas (Gumas) Efrensia L.P. Umbing meminta jajaran rumah sakit memperkuat mutu pelayanan, kedisiplinan, serta budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Pesan tersebut disampaikan Efrensia saat membuka Kick-Off peringatan HKN ke-62 di RSUD Kuala Kurun, Selasa (22/09/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun kembali kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Acara Kick-Off yang kita selenggarakan hari ini bukan sekadar seremoni pembukaan rangkaian perlombaan, tetapi juga untuk ikut serta dalam rangka salah satu persiapan Akreditasi tahun 2027 yang akan datang. Hari ini adalah momentum untuk menyalakan kembali semangat kolaborasi lintas sektor, memperkuat pelayanan publik yang humanis, serta menggerakkan kesadaran masyarakat untuk membudayakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),” ujar Efrensia, sebagaimana diberitakan Mmcgumas, Selasa, (22/09/2026).
Efrensia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan seluruh unsur pendukung di RSUD Kuala Kurun yang selama ini terlibat dalam pelayanan masyarakat. Apresiasi tersebut mencakup dokter, perawat, bidan, tenaga profesional lainnya hingga petugas administrasi.
Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan pelayanan masih membutuhkan kerja bersama, terutama dalam memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan secara cepat, tanggap, dan tanpa perlakuan berbeda.
“Tugas kita masih panjang. Kita masih harus bergotong royong memastikan akses pelayanan kesehatan yang cepat, tanggap, dan tidak tebang pilih,” katanya.
Menurut Efrensia, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh pengalaman pelayanan yang aman, nyaman, dan mudah. Karena itu, penyederhanaan proses pelayanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Kita harus selalu menerapkan prinsip melayani dengan hati, mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien, serta memangkas birokrasi yang rumit demi kemanusiaan,” tegasnya.
Selain aspek pelayanan, Efrensia meminta jajaran RSUD Kuala Kurun meningkatkan disiplin pegawai. Ia juga mengingatkan agar seluruh pegawai menjauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan judi online.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun Heriyanto mengatakan peringatan HKN ke-62 dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperbarui komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Heriyanto menekankan tanggung jawab tersebut melekat pada seluruh keluarga besar RSUD Kuala Kurun. Pelayanan, menurut dia, perlu dijalankan secara profesional, humanis, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Ia juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih disiplin, profesional, komunikatif, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
Rangkaian HKN ke-62 di RSUD Kuala Kurun selanjutnya diisi berbagai kegiatan, termasuk lomba inovasi dan edukasi kesehatan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda peringatan, tetapi turut membangun semangat kebersamaan dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan.
Momentum HKN ke-62 sekaligus menjadi ruang bagi RSUD Kuala Kurun untuk memperkuat kesiapan menghadapi akreditasi 2027, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memastikan pelayanan kesehatan semakin berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan masyarakat Gumas. []
Redajsi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan