Korps Marinir Terima 12 AAV M-35, 70 Unit Lagi Menyusul

Sebanyak 12 AAV M-35 telah diserahkan kepada TNI AL, sementara 70 unit tambahan direncanakan tiba bertahap pada 2027 dan 2028 untuk memperkuat tiga Pasmar.

JAKARTA – Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) direncanakan diperkuat hingga 105 unit kendaraan serang amfibi Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35 melalui pengadaan bertahap hingga 2028. Armada tersebut nantinya akan dibagi untuk memperkuat Pasukan Marinir (Pasmar) 1, Pasmar 2, dan Pasmar 3.

Rencana penambahan armada itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali setelah menerima 12 unit AAV M-35 dalam penyerahan resmi di Markas Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (28/09/2026).

Ali mengatakan, 12 kendaraan yang diserahkan tersebut merupakan bagian dari pengadaan yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

“Pada pagi hari ini baru kita sama-sama saksikan, ada penerimaan secara resmi 12 unit kendaraan serang amfibi atau Assault Amphibious Vehicle (AAV) 7,” kata Ali saat ditemui di Pasmar 1 Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (28/09/2026).

Selain 12 unit yang telah diterima, sebanyak 23 unit dari pengadaan gelombang pertama dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir November 2026. Dengan demikian, jumlah AAV M-35 yang diterima TNI AL dari rangkaian awal pengadaan akan mencapai 35 unit.

Pengadaan tersebut kemudian berlanjut dengan rencana kedatangan 70 unit tambahan. Sebanyak 35 unit dijadwalkan tiba pada 2027 dan 35 unit lainnya pada 2028. Jika seluruh rencana terealisasi, total AAV M-35 yang diproyeksikan memperkuat Korps Marinir mencapai 105 unit.

“Kemudian harapannya lagi, di tahun berikutnya akan hadir lagi sebanyak 35 di tahun 2027, dan 35 lagi di tahun 2028. Jadi ada 70 lagi yang akan datang,” jelas dia.

AAV M-35 merupakan kendaraan AAV7A1 RAM/RS yang oleh Korps Marinir TNI AL diberi penamaan khusus. Huruf “M” merujuk pada Marinir, sedangkan angka “3” menunjukkan tiga awak kendaraan yang terdiri atas komandan kendaraan, pengemudi, dan penembak. Adapun angka “5” menggambarkan kemampuan kendaraan beroperasi di laut hingga Sea State 5.

Kemampuan tersebut memungkinkan AAV M-35 mendukung operasi amfibi, termasuk pergerakan pasukan dari laut menuju pantai. Menurut Ali, kendaraan ini juga memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nonmiliter.

Dari sisi pengadaan, Ali menyebut Indonesia memperoleh harga khusus melalui skema FMS dari Amerika Serikat. Hubungan antara Marinir Amerika Serikat dan Marinir Indonesia disebut menjadi salah satu konteks dalam pengadaan tersebut.

“Jadi dari Amerika kita diberi harga khusus, karena kita dekat dengan Marinir Amerika, dengan Marinir Indonesia hubungannya sangat baik,” ucap dia.

Ali mengatakan AAV M-35 memiliki kemampuan yang lebih baru dan modern dibandingkan LVT-7 yang sebelumnya digunakan Korps Marinir TNI AL dan diperoleh dari Korea Selatan.

Penyerahan 12 unit tersebut dilakukan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin kepada Panglima TNI Agus Subiyanto. Selanjutnya, kendaraan diserahkan kepada KSAL untuk diteruskan kepada Panglima Korps Marinir Endi Supardi.

Dengan penambahan armada secara bertahap hingga 2028, kendaraan AAV M-35 direncanakan tidak hanya memperkuat satu kesatuan, tetapi dibagi ke tiga Pasmar. Pengadaan tersebut sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (28/09/2026). []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *