AJT Travel resmi beroperasi di Mahulu dengan menghimpun transportasi lokal, sekaligus mendorong regulasi tarif dan peningkatan keselamatan layanan.
MAHAKAM ULU – CV. Ariel Jaya Transport (AJT) resmi mengoperasikan layanan AJT Travel sejak 1 Maret 2026 sebagai upaya menghimpun pelaku transportasi lokal dalam satu wadah berbadan hukum, sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi darat dan sungai di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Direktur CV. Ariel Jaya Transport (AJT), Tomi, mengatakan kehadiran AJT Travel bertujuan memberikan kepastian hukum bagi para pengusaha transportasi lokal, termasuk dalam aspek administrasi dan kewajiban perpajakan.
“AJT Travel ini mulai berjalan sejak 1 Maret 2026. Kami menghimpun teman-teman agar berada di bawah payung hukum yang jelas, termasuk dalam hal administrasi dan kewajiban pajak,” ujar Tomi saat diwawancarai via telepon, Jumat (03/04/2026).
Saat ini, AJT menghimpun sekitar 20 unit kendaraan roda empat, terdiri dari tipe 4×2 dan 4×4, yang seluruhnya berasal dari masyarakat lokal Mahulu. Kehadiran armada ini diharapkan mampu memperkuat layanan transportasi darat di wilayah tersebut.
“Kami utamakan putra daerah. Jadi yang tergabung ini khusus orang Mahakam Ulu,” katanya.
Selain transportasi darat, AJT juga mengelola transportasi sungai menggunakan speedboat yang telah beroperasi sejak 2023. Namun demikian, operasional layanan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait belum adanya standar tarif resmi baik untuk transportasi darat maupun sungai.
“Tarif ini belum ada kepastian, baik untuk darat maupun sungai. Akibatnya, masing-masing operator menentukan harga sendiri,” ungkapnya.
Tomi menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu melalui penyusunan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur standar tarif angkutan agar tercipta keseragaman dan kepastian bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah bisa mendukung dengan menetapkan tarif resmi agar ada keseragaman dan tidak membingungkan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan aspek keselamatan transportasi, khususnya pada jalur sungai yang masih menjadi akses utama masyarakat di Mahulu. Minimnya infrastruktur jalan membuat transportasi sungai tetap menjadi tulang punggung mobilitas warga.
“Karena akses jalan belum sepenuhnya tersedia, transportasi sungai jadi andalan. Maka kami minta dukungan untuk keselamatan, seperti penyediaan radio komunikasi dan kelengkapan armada,” tuturnya.
Dalam jangka panjang, AJT berencana menghadirkan terminal khusus transportasi darat guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang serta menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan terpusat.
“Harapan kami ke depan ada terminal khusus, sehingga penumpang bisa terpusat di satu titik, tidak lagi dijemput di rumah masing-masing,” pungkas Tomi.
Dengan berbagai langkah tersebut, AJT berharap mampu menjadi solusi transportasi yang aman, tertib, dan profesional serta mendukung konektivitas wilayah di Mahulu. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan