Respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api yang menghanguskan tiga rumah di kawasan padat Parenggean, Kotim.
KOTAWARINGIN TIMUR – Respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah meluasnya kobaran api dalam insiden kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Lesa, Kelurahan Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (04/04/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.32 WIB itu menghanguskan tiga unit rumah warga. Api pertama kali terlihat di kawasan pertigaan Jalan Pelita, tepatnya di depan Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Parenggean, sebelum dengan cepat membesar dan mengancam permukiman di sekitarnya.
Kepala Pos Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Heriyanoor, menjelaskan bahwa karakter bangunan yang didominasi material kayu menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.
“Total ada tiga bangunan yang terbakar, semuanya konstruksi kayu dengan luas sekitar 15×20 meter persegi,” jelasnya, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Sabtu (04/04/2026).
Untuk mengendalikan api, tim Damkar mengerahkan 17 unit mobil tangki, serta mendapat bantuan empat unit dari relawan. Proses penanganan dilakukan segera setelah laporan warga diterima dan dipastikan kebenarannya oleh petugas.
“Begitu laporan masuk dan dipastikan valid, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman intensif disertai proses pendinginan guna mencegah potensi api kembali menyala. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan berhasilnya pengendalian api sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
“Status kebakaran sudah dinyatakan hijau,” tambah Heriyanoor.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi warga terdampak. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di kawasan permukiman padat, terutama yang didominasi bangunan berbahan mudah terbakar, serta perlunya peningkatan sistem pencegahan di tingkat masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan