Banjarmasin Uji Mikrotrans Listrik, Siap Gantikan Taksi Kuning

Pemkot Banjarmasin menguji mikrotrans listrik selama satu bulan untuk menilai efektivitasnya sebagai pengganti angkutan umum konvensional.

BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai menguji coba minibus mikrotrans berbasis listrik sebagai langkah awal transformasi angkutan umum menuju sistem transportasi ramah lingkungan dan modern.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyatakan uji coba ini dilakukan untuk mengukur kinerja armada secara menyeluruh sebelum diimplementasikan secara permanen, termasuk daya tahan, jarak tempuh, hingga efektivitas operasional harian.

“Ini masih uji coba. Kita ingin tahu sejauh mana daya tahan, jarak tempuh, dan efektivitasnya dari pagi sampai sore. Kurang lebih satu bulan kita lihat hasilnya, baru kita putuskan,” ujarnya saat uji coba di halaman Balai Kota, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (08/04/2026).

Ia menegaskan kebijakan ini tidak semata mengikuti tren, melainkan didasarkan pada kebutuhan meningkatkan layanan publik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Armada mikrotrans listrik tersebut mampu mengangkut 12–13 penumpang serta dilengkapi closed circuit television (CCTV), global positioning system (GPS), dan pendingin ruangan.

Sejauh pelaksanaan uji coba, Yamin menilai kenyamanan menjadi salah satu keunggulan utama moda transportasi ini. “Nyaman, dingin, dan stabil. Ini bisa jadi alternatif angkutan umum ramah lingkungan di Banjarmasin.”

“Tapi tetap, kita tidak mau terburu-buru, semua harus terukur,” ujarnya.

Pemkot Banjarmasin juga membuka peluang penggunaan mikrotrans listrik untuk menggantikan peran taksi kota yang mulai mengalami penurunan daya saing di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, seperti kebutuhan infrastruktur pengisian daya listrik, kesiapan rute, serta ketergantungan terhadap pasokan energi. Di sisi lain, efisiensi anggaran dan pengurangan emisi dinilai menjadi keunggulan yang mendorong program ini terus dikembangkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengatakan kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait peralihan angkutan umum berbasis energi fosil ke listrik.

“Arahan pemerintah pusat jelas, angkutan umum harus beralih dari konvensional ke listrik. Ini bagian dari penghematan energi dan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Ia menyebut kebutuhan angkutan umum di kota tersebut masih belum terpenuhi, sementara operasional taksi kota cenderung stagnan. Untuk itu, Dishub Banjarmasin menyiapkan skema transisi agar pelaku transportasi lama tetap dapat terlibat dalam sistem baru.

“Pengemudi taksi kuning tetap kita prioritaskan. Nanti kita uji kelayakannya. Kalau memenuhi syarat, bisa kita libatkan dalam sistem baru ini,” jelasnya.

Rencana operasional angkutan ini akan mengacu pada 13 koridor transportasi, dengan enam koridor yang saat ini sudah aktif. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap, termasuk pemanfaatan armada listrik dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.

Uji coba ini menjadi penentu arah kebijakan transportasi di Kota Banjarmasin, apakah tetap mempertahankan sistem lama atau beralih menuju sistem transportasi publik berbasis listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com