Baru Dilantik, Sekda Samarinda Langsung Kawal Audit Aset Daerah

Sekda Samarinda yang baru dilantik memastikan audit kendaraan dinas tetap berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi OPD menghadapi tekanan fiskal.

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan proses audit penggunaan kendaraan dinas tetap berjalan tanpa hambatan di tengah pergantian jabatan di lingkungan Inspektorat, seiring dengan dilantiknya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti yang langsung menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pengawasan aset daerah.

Kepastian tersebut disampaikan Neneng usai resmi dilantik oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Jalan S. Parman No. 1, Kamis 2 April 2026, bersamaan dengan pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat fungsional di lingkungan sekolah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Neneng yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Kota Samarinda menyatakan bahwa proses audit yang tengah berjalan merupakan kewenangan institusional Inspektorat, sehingga tidak bergantung pada individu pejabat yang menjabat.

“Walaupun saya sudah bergeser dari jabatan sebelumnya, review tetap berjalan. Tidak ada proses yang dihentikan,” ujar Neneng kepada awak media di Samarinda, Minggu (05/04/2026).

Audit tersebut merupakan bagian dari pengawasan internal terhadap aset daerah, khususnya kendaraan dinas yang digunakan pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda. Pemeriksaan mencuat setelah adanya permintaan Wali Kota Samarinda untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kendaraan dinas jenis Land Rover Defender yang digunakan sebagai fasilitas dinas.

Menurut Neneng, Inspektorat telah menerbitkan surat tugas audit guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan aset daerah. Proses audit dijadwalkan berlangsung selama 15 hari sejak surat tugas diterbitkan.

“Prosesnya sudah berjalan beberapa hari, sekitar satu minggu. Kami harapkan dalam satu minggu ke depan sudah bisa diselesaikan sesuai target,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa audit tidak hanya berfokus pada satu kendaraan, tetapi juga mencakup pengawasan rutin terhadap penggunaan aset lainnya agar seluruhnya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nantinya hasil review tetap dilaporkan kepada saya selaku Sekda. Dengan begitu, tindak lanjut bisa langsung dilakukan sesuai kewenangan,” kata Neneng.

Di sisi lain, sebagai Sekda yang baru dilantik melalui mekanisme seleksi terbuka berbasis sistem merit, Neneng menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar-OPD guna menghadapi tekanan fiskal daerah. “Kami sudah mempresentasikan kepada Wali Kota tentang metode komunikasi dan kolaborasi. Semua OPD harus disatukan untuk menghadapi kondisi fiskal yang saat ini tidak mudah,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan optimal meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran. “Nanti kita hadapi bersama-sama. Insya Allah bisa, dengan bantuan semua pihak untuk memberikan informasi kepada kami,” katanya.

Selain itu, Neneng juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat, guna memastikan transparansi dalam pengambilan kebijakan.

Dalam agenda kerjanya, ia menargetkan percepatan penyelesaian program pembangunan yang belum rampung agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. “Program-program yang sudah berjalan akan kita tuntaskan supaya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Dengan pengalaman panjang di birokrasi Pemkot Samarinda sejak 2001, Neneng optimistis mampu mengawal tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

“Mohon dukungan semua pihak agar kita bisa bersama-sama menghadapi kondisi fiskal yang menantang ini,” tutupnya.[]

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com