Cetak Sawah 201 Hektar di Long Kali, Paser Genjot Swasembada Pangan

Program tanam padi serentak di Desa Sebakung, Paser, menjadi bagian dari upaya nasional meningkatkan produktivitas pertanian dan mencapai swasembada pangan.

PASER – Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan gerakan tanam padi serentak di 16 provinsi, termasuk di Kabupaten Paser. Di Paser, kegiatan dipusatkan di Desa Sebakung, Kecamatan Long Kali, dengan total lahan cetak sawah seluas 201 hektare sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Paser melalui Bidang Sarana Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pertanian Arif Rahman menyampaikan, program cetak sawah tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian yang terintegrasi dengan program nasional.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Paser melalui Bidang Sarana Pengendalian dan Pengawasan Usaha Pertanian Arif Rahman

“Sebanyak 201 hektar lahan telah disiapkan untuk cetak sawah di Desa Sebakung, yang akan dikelola oleh Brigade Pangan Umo Taka. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional cetak sawah serentak 10.000 hektar yang pusat kegiatannya berada di Tanah Laut, Kalimantan Selatan”, papar Arif saat ditemui di ruangannya, Jumat (10/04/2026).

Arif menjelaskan, penetapan Desa Sebakung sebagai lokasi program didasarkan pada hasil kajian teknis yang menunjukkan potensi lahan yang layak dikembangkan. Selain itu, keberadaan petani serta status lahan yang tidak masuk kawasan cagar alam menjadi pertimbangan utama.

“Ada berbagai pertimbangan ya, biasanya teman-teman penyuluh yang mencari lokasinya. Yang jelas syaratnya ada petaninya, lahannya jelas, tidak masuk dalam cagar alam”, imbuhnya.

Meski total lahan yang disiapkan mencapai 201 hektare, penanaman tahap awal baru dilakukan di lahan seluas 6 hektare. Lahan tersebut direncanakan menjadi sawah irigasi dengan sistem tanam tabur benih langsung (tabela).

Pemerintah juga memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, benih, serta sarana produksi seperti kapur pertanian. Bantuan yang telah disalurkan meliputi benih untuk 6 hektare lahan serta dua unit mesin tanam. Sementara itu, bantuan lain seperti traktor dan pompa air masih dalam tahap pengusulan. Monitoring program dilakukan oleh DTPH Paser bersama penyuluh pertanian setempat.

“Yang kemarin kita sudah berikan bantuan benih untuk 6 hektar sawah. Kemudian nanti juga ada mesin tanam, traktor, kemudian pompa air masih dalam proses pengusulan”, imbuhnya.

Dengan sistem tabur benih langsung, produktivitas padi saat ini diperkirakan mencapai sekitar 3 ton per hektare. Namun, apabila menggunakan sistem pindah tanam dengan bantuan mesin, produktivitas berpotensi meningkat hingga 5 ton per hektare.

“Untuk saat ini karena sistemnya masih tabur benih langsung, kisarannya 3 ton per hektar. Tapi kedepan, jika sudah menggunakan mesin tanam, jadi dengan sistem semai dulu baru di pindah, biasanya kisaran 5 ton per hektar”, pungkasnya.

Melalui program cetak sawah ini, pemerintah berharap produktivitas pertanian di Paser meningkat dan mampu berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com