BONTANG – Kota Bontang tengah memperbarui mekanisme pemutakhiran data banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang kini akan melakukan update data genangan setiap kali terjadi banjir, berbeda dari sistem lama yang hanya pleno setahun sekali.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, menjelaskan, perubahan ini muncul atas inisiatif Baperida Bontang, sementara BPBD bertindak sebagai fasilitator. Tujuannya agar data genangan lebih akurat dan penanganan bencana bisa lebih cepat.
“Mulai 2026, pemutakhiran data banjir dilakukan tidak menunggu akhir tahun, tetapi langsung setiap kali banjir terjadi,” ujar Ismail, Senin (23/02/2026). Ia menambahkan, sistem lama dianggap kurang responsif karena kondisi genangan bisa berubah seiring intensitas hujan dan drainase.
Dengan mekanisme baru, setiap kejadian banjir langsung didata dan diverifikasi bersama perangkat kelurahan dan instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Hasilnya kemudian dituangkan dalam berita acara pleno per kejadian.
“Ini memungkinkan respons lebih cepat dan koordinasi antarinstansi berjalan lebih solid,” kata Ismail. Sebelumnya, data genangan disajikan melalui Peta Genangan Banjir tahunan tahun 2025, yang hanya memuat pleno akhir tahun.
BPBD berharap, pembaruan sistem ini tidak hanya mempercepat penanganan banjir, tetapi juga menjadi dasar perencanaan pengurangan risiko bencana yang lebih efektif di Kota Bontang. “Data yang diperbarui setiap kejadian bisa membantu pemerintah kota dalam menyiapkan mitigasi dan langkah cepat saat banjir,” pungkasnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan