FPTI Kaltim menegaskan penguatan pembinaan atlet dan sinergi organisasi dalam Rakerprov sebagai persiapan menghadapi Porprov dan kualifikasi PON.
KUTAI BARAT – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan fokus pembinaan atlet dan penguatan sinergi organisasi dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang digelar di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Sabtu (11/04/2026), sebagai langkah strategis menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser (Paser) dan babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Rakerprov tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, jajaran KONI Kaltim, serta pengurus FPTI dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum (Ketum) KONI Kaltim Rusdiansyah Aras dan dihadiri perwakilan Dispora Kaltim Rasman Raden.
Ketua FPTI Kutai Barat (Kubar) M Teddy Rakhmat menegaskan bahwa kolaborasi antara organisasi olahraga menjadi kunci dalam mengangkat kembali prestasi panjat tebing Kaltim di tingkat nasional.
“Sinergi yang bagus antara pengurus KONI Kaltim dengan FPTI Kaltim sangat menitikberatkan pada pembibitan atlet. Ini penting untuk menghadapi Porprov dan kualifikasi PON,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski kondisi anggaran saat ini mengalami keterbatasan akibat pengurangan dari pemerintah pusat, semangat pembinaan atlet tetap menjadi prioritas utama.
“Meski saat ini kondisi anggaran cukup terbatas akibat pengurangan dari pusat, kami tetap diminta untuk semangat dan fokus mencapai target, yaitu mengembalikan kejayaan panjat tebing Kaltim di tingkat nasional,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan FPTI di dua daerah, yakni Kubar dan Kutai Kartanegara (Kukar). M Teddy Rakhmat kembali dipercaya memimpin FPTI Kubar untuk periode berikutnya.
Ia berharap, komunikasi antar pengurus di tingkat kabupaten/kota dan provinsi semakin solid untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan. “Harapan kami sinergisitas dan infrastruktur komunikasi antar pengurus tetap terjaga dan semakin baik,” katanya.
Selain itu, Kubar ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Junior FPTI Kaltim 2027. Penunjukan tersebut menjadi tantangan tersendiri, mengingat keterbatasan fasilitas olahraga panjat tebing di daerah tersebut.
Menurut Teddy, sarana seperti dinding panjat kategori lead, speed, dan boulder masih perlu ditingkatkan agar memenuhi standar pelaksanaan kejuaraan tingkat provinsi. “Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Namun, kami juga menyadari bahwa sarana dan prasarana panjat tebing di Kutai Barat masih tertinggal dibanding daerah lain,” ungkapnya.
Meski demikian, ia optimistis kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar, Dispora, serta KONI Kubar.
“Kami yakin jika didiskusikan dengan baik bersama pemerintah daerah dan pihak terkait, akan ada solusi untuk menyukseskan Kejurda Junior 2027 di Kutai Barat,” pungkasnya.
Rakerprov ini menghasilkan sejumlah program kerja strategis yang akan menjadi dasar penguatan pembinaan atlet panjat tebing di Kaltim, sekaligus menyiapkan regenerasi atlet menuju ajang nasional. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan