ISBI Kaltim menyosialisasikan program kuliah gratis yang didukung Pemprov Kaltim untuk menarik minat calon mahasiswa di Paser.
PASER– Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur (Kaltim) gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten (Kab) Paser, guna menarik minat calon mahasiswa sekaligus menyosialisasikan program unggulan, salah satunya pembebasan biaya kuliah melalui dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di beberapa sekolah di Kab Paser, di antaranya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Paser dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Unggulan Tanah Grogot, Selasa (07/04/2026). Selain itu, tim juga menyasar berbagai wilayah lain seperti Tenggarong, Samarinda, Sendawar, Berau, hingga Sanga-Sanga.
Rektor ISBI Kaltim Rina Martiara menyampaikan bahwa salah satu daya tarik utama dalam sosialisasi ini adalah dukungan penuh Pemprov Kaltim terhadap mahasiswa ISBI Kaltim, khususnya dalam pembiayaan pendidikan.
“Salah satu poin utama yang menjadi daya tarik dalam sosialisasi ini adalah dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pemprov Kaltim akan menanggung seluruh Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 4 tahun bagi mahasiswa ISBI Kaltim. Hal ini menjadikan ISBI Kaltim sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang biaya kuliahnya dibayarkan penuh hingga mahasiswa menyelesaikan studinya”, ujar Rina saat ditemui usai kegiatan.
Selain di MAN Paser dan SMAN 2 Unggulan, rangkaian sosialisasi juga diawali dengan kunjungan ke Nusantara Course Center sehari sebelumnya. Tim ISBI Kaltim selanjutnya dijadwalkan melanjutkan sosialisasi ke wilayah Nipah-Nipah hingga Balikpapan.
Dalam kegiatan tersebut, ISBI Kaltim memperkenalkan empat program studi (prodi), yakni Tari, Film dan Televisi, Kriya, serta Etnomusikologi. Sosialisasi berlangsung meriah dengan penampilan tari dari mahasiswa, yang turut meningkatkan antusiasme para siswa. Interaksi aktif terlihat saat sesi dialog, di mana siswa MAN Paser mengajukan berbagai pertanyaan terkait prodi dan sistem pembelajaran.
Sementara itu, Kepala MAN Paser melalui Wakil Kepala Bidang (Wakabid) Sarana dan Prasarana Yutantin menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini membuka peluang besar bagi siswa untuk mengembangkan potensi seni.
“Alhamdulillah kegiatan ini sangat bagus, karena pasti akan membawa dampak yang besar untuk anak-anak. Terlebih, anak-anak ini sebenarnya potensi seninya besar sekali di MAN Paser ini. Jadi dengan sosialisasi ini diharapkan lebih membuka wawasan anak-anak”, ungkap Yutantin.
Di akhir kegiatan, Rina berharap sosialisasi ini mampu meningkatkan minat calon mahasiswa untuk bergabung dengan ISBI Kaltim, sekaligus mencetak generasi seniman yang berkualitas di daerah.
“Kami berharap lulusannya kelak dapat menjadi seniman-seniman hebat yang mampu membangun dan mengembangkan seni di Kalimantan Timur dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Serta dapat memfasilitasi pengembangan pola pikir sebagai peneliti dan individu yang memiliki kemampuan teknis mumpuni dalam menguasai seni di Kalimantan Timur”, pungkasnya. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan