Jelang Keberangkatan, Calhaj Kutim Digenjot Persiapan Fisik dan Mental

Ratusan calon jemaah haji Kutim mengikuti manasik haji dengan penekanan pada kesiapan niat dan fisik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) menekankan kesiapan mental dan fisik bagi ratusan calon jemaah haji (calhaj) Kutim menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, seiring pelaksanaan manasik haji tingkat kabupaten yang digelar Sabtu (04/04/2026).

Sebanyak 170 calhaj Kutim mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kutim di Aula Kemenhaj Kutim. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembekalan ibadah sekaligus memastikan kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengingatkan bahwa ibadah haji harus dilandasi niat yang tulus, bukan sekadar simbol status sosial. “Haji itu bukan untuk gagah-gagahan atau sekadar mendapat gelar. Semua harus diniatkan karena Allah,” tegas Ardiansyah, sebagaimana diberitakan Korankaltim, Sabtu, (04/04/2026).

Selain aspek spiritual, ia juga menekankan pentingnya kesiapan fisik mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat. “Kondisi di Tanah Suci cukup berat sehingga fisik harus benar-benar dipersiapkan,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas ibadah seperti tawaf dan sa’i menuntut kondisi tubuh yang prima. Oleh karena itu, calon jemaah diminta mulai melakukan latihan fisik secara rutin. “Rutin melakukan latihan fisik, seperti berjalan kaki dalam jarak tertentu setiap hari,” jelas Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala Kemenhaj Kutim Basmawati Sija melaporkan jumlah jemaah haji tahun ini sebanyak 170 orang, berkurang dari sebelumnya 171 orang karena satu jemaah mengundurkan diri akibat alasan kesehatan.

“Dari total awal 171 jemaah, satu orang mengundurkan diri karena harus menjalani perawatan intensif,” jelas Basmawati.

Ia merinci, jemaah terdiri dari 158 jemaah reguler, tiga jemaah lanjut usia (lansia), tiga pendamping lansia, serta lima jemaah dalam kategori penggabungan mahram. Selain itu, terdapat empat petugas haji yang akan mendampingi sehingga total rombongan mencapai 174 orang.

“Petugas ini akan memastikan pelayanan dan pendampingan berjalan optimal, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” tambahnya.

Para jemaah Kutim dijadwalkan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Balikpapan bersama jemaah dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Sulawesi Utara. “Dengan bergabung dalam satu kloter, diharapkan jemaah bisa saling membantu dan menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah,” papar Basmawati.

Adapun jadwal keberangkatan dimulai dari Sangatta pada 3 Mei 2026, dilanjutkan masuk Asrama Haji Embarkasi Balikpapan pada 4 Mei 2026 sebelum bertolak ke Arab Saudi. “Semua persiapan terus dimatangkan, baik administrasi maupun kesiapan jemaah, agar proses keberangkatan berjalan lancar,” pungkas Basmawati.

Kegiatan manasik ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jemaah secara menyeluruh, baik dari sisi pemahaman ibadah maupun kondisi fisik, sehingga pelaksanaan haji dapat berjalan lancar dan khusyuk. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com