Lahan Terbatas Hambat Perbaikan Sekolah di Paser, 40 Persen SD Belum Layak

Keterbatasan lahan menjadi kendala utama pembangunan sarana pendidikan, sementara 40 persen SD di Paser masih membutuhkan perbaikan fasilitas dasar.

PASER – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser mengungkapkan masih banyak Sekolah Dasar (SD) negeri di wilayahnya yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana, khususnya ruang kelas dan toilet. Dari total 211 SD negeri di Paser, hanya sekitar 60 persen yang dalam kondisi layak, sementara 40 persen lainnya masih memerlukan perhatian serius.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD Disdikbud Paser, Fuad Ramadani, saat ditemui Jumat (03/04/2026). Ia menjelaskan, keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam pembangunan fasilitas pendidikan, terutama di kawasan padat seperti Tanah Grogot.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Paser, Fuad Ramadani

“Sampai saat ini kendala kami terkait penempatan lokasi yang akan di bangun. Untuk di Tanah Grogot contohnya seperti di SDN 05”, ungkap Fuad.

Fuad menuturkan, pihaknya telah mencoba mencari solusi dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk dengan mengusulkan penghapusan sejumlah rumah dinas di sekitar sekolah. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan terkait penggunaan lahan tersebut, sehingga proses pembangunan masih tertunda.

Selain persoalan lahan, Disdikbud Paser juga menghadapi dilema dalam penerapan pembangunan bertingkat. Menurut Fuad, opsi tersebut memang memungkinkan untuk mengatasi keterbatasan lahan, namun berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

“Terkait pembangunan bertingkat, memang bisa menjadi opsi pembangunan untuk lahan yang terbatas, namun, hal itu tentu akan menggangu proses belajar mengajar, akan menyebabkan siswa libur lebih lama. Jadi kalau untuk membangun memang lebih efektif di lahan baru, sehingga tidak menggangu sistem pembelajaran anak-anak”, imbuhnya.

Ia menambahkan, pemindahan sementara kegiatan belajar ke lokasi lain juga bukan tanpa kendala. Jarak lokasi alternatif menjadi pertimbangan penting agar tidak menyulitkan siswa maupun tenaga pendidik.

Untuk tahun 2026, Disdikbud Paser menargetkan pembangunan 13 unit Ruang Kelas Baru (Ruang Kelas Baru/RKB) dan tiga unit toilet di sejumlah SD negeri. Salah satu sekolah yang masuk dalam rencana pembangunan adalah SDN 35 Senaken yang akan mendapatkan tambahan enam ruang kelas.

“Untuk tahun ini, perencanaan pembangunan sarpras tingkat SD salah satunya di SDN 35 Senaken sebanyak 6 kelas”, pungkasnya.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di Paser, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak terkait kelayakan fasilitas belajar bagi siswa. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com