Polres Kutim mendalami penyebab kematian seorang sopir yang ditemukan meninggal di kebun Sangatta Selatan, dengan hasil awal tanpa tanda kekerasan.
KUTAI TIMUR – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) memastikan situasi di lokasi penemuan jasad seorang pria di Kecamatan Sangatta Selatan tetap terkendali, sembari terus mendalami penyebab kematian korban yang sempat menggegerkan warga, Minggu (12/04/2026).
Fokus pengamanan dan penyelidikan dilakukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan proses investigasi berjalan optimal. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutim Fauzan Arianto menjelaskan bahwa tim telah melakukan serangkaian langkah awal, termasuk olah TKP dan pemeriksaan medis.
“Kami juga telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal bersama Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Dari hasil sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban,” imbuhnya, sebagaimana diberitakan Tribunkaltim, Minggu, (12/04/2026).
Korban diketahui bernama Suparman (66), seorang sopir yang berdomisili di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Milenium, Desa Sangatta Utara. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah kebun di wilayah Desa Sangatta Selatan, yang juga kerap ia kunjungi.
Penemuan jasad tersebut bermula dari kecurigaan seorang warga bernama Musrifa yang tengah mencari ayam peliharaannya di sekitar kebun. Ia mencium bau tidak sedap dan melihat banyak lalat di sekitar lokasi.
“Saksi Musrifa sempat memanggil korban namun tidak ada jawaban, hingga akhirnya ia meminta bantuan warga lain bernama Antok untuk memastikan kondisi korban yang ternyata sudah meninggal dunia,” ujar Kapolres Kutim.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur medis.
Polres Kutim juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat guna menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat yang sempat dihebohkan oleh penemuan tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan