Musda XI Golkar Balikpapan Siap Digelar, Rahmad Mas’ud Kuat di Pleno

BALIKPAPAN – Mesin politik mulai dipanaskan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kota Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Februari 2026. Nama Rahmad Mas’ud kembali mencuat sebagai magnet dukungan dalam perhelatan lima tahunan ini.

Agenda Musda XI merupakan bagian dari percepatan konsolidasi organisasi, sesuai instruksi DPD Partai Golkar Kalimantan Timur kepada seluruh daerah. Balikpapan mendapat jadwal pada Kamis, 26 Februari 2026.

Ketua Pengarah Musda XI, Andi Arif Agung, menegaskan penetapan jadwal merupakan tindak lanjut arahan provinsi agar seluruh kabupaten/kota segera merampungkan musda. “Sebagaimana perintah provinsi dalam rangka percepatan konsolidasi Partai Golkar se-Kalimantan Timur, kita diminta segera melaksanakan musyawarah daerah. Ini juga terjadwal di seluruh 10 kabupaten/kota. Balikpapan mendapat jadwal 26 Februari,” ujarnya usai rapat pleno diperluas di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (23/02/2026).

Secara administratif, masa bakti kepengurusan DPD Golkar Balikpapan sebenarnya berakhir pada Agustus 2025. Namun, masa jabatan diperpanjang sembari menunggu pengesahan struktur kepengurusan provinsi.

“Karena menunggu pengesahan struktur kepengurusan DPD Provinsi Kalimantan Timur, maka kepengurusan diperpanjang sampai pelaksanaan musyawarah daerah masing-masing kabupaten/kota,” jelasnya.

Musda XI rencananya digelar di Royal Mahligai Grand City, bertepatan dengan momentum Ramadan. Ketua Panitia Musda XI, H Yusri, memastikan kesiapan teknis terus dimatangkan.

“Sekitar 50 persen sudah siap. Sisanya kami kebut hingga hari H supaya pelaksanaan bisa 100 persen,” katanya optimistis.

Dalam forum tertinggi tingkat kota itu, terdapat 12 pemilik hak suara yang akan menentukan arah kepemimpinan DPD II Golkar Balikpapan. Rinciannya enam suara dari pengurus kecamatan, satu dari organisasi sayap, satu dari organisasi pendiri, satu dari organisasi yang didirikan, ditambah Dewan Pertimbangan, perwakilan DPD provinsi, serta pengurus demisioner.

“Totalnya 12 suara. Mereka yang akan menentukan nahkoda Golkar Balikpapan ke depan,” tegas Andi Arif.

Menjelang musda, peta dukungan disebut mengerucut. Nama Rahmad Mas’ud kembali menguat. Hasil pleno terakhir menggambarkan mayoritas pemilik suara masih menginginkan ia memimpin. “Hampir 90 sampai 100 persen masih meminta Pak Rahmad Mas’ud untuk tetap menjaga gawang,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, Golkar dinilai mencatatkan capaian signifikan, baik pada Pilkada maupun Pemilu Legislatif. Bahkan, perolehan kursi DPRD Balikpapan sempat menembus 16 kursi.

Andi Arif menilai tantangan politik ke depan semakin kompleks. Karena itu, figur yang mampu menyatukan kekuatan partai dinilai menjadi kebutuhan utama. “Kita melihat beliau mampu menyatukan kekuatan partai. Ada target-target ke depan yang harus dicapai,” ujarnya.

Kendati dukungan menguat, mekanisme organisasi tetap menjadi rujukan. Pendaftaran calon ketua tetap dibuka bagi kader yang memenuhi syarat sesuai juklak. “Walaupun dukungan tergambar hampir 100 persen ke Pak Rahmad, mekanisme tetap harus dijalankan. Ukuran suksesnya musda adalah proses yang berjalan dengan baik,” pungkasnya. []

Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com