Musim durian 2026 di Kubar berlangsung lebih lama dengan sistem pasokan estafet, menjaga ketersediaan buah dan stabilitas penjualan pedagang.
KUTAI BARAT – Musim durian 2026 di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) membawa dampak positif bagi pedagang lokal. Salah satunya dirasakan Riansah, yang akrab disapa Ancah, penjual durian di kawasan Jalan Sendawar yang telah menekuni usaha tersebut selama 25 tahun.
Ditemui di Warung Duren Pak Ancah, Simpang Boho, Kamis (09/04/2026), Ancah mengungkapkan musim durian tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga pasokan buah tetap tersedia dalam waktu lebih lama.
“Kalau biasanya paling tiga bulan sudah habis, sekarang sistemnya estafet. Dari satu kampung habis, lanjut ke kampung lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, durian yang dijual berasal dari sejumlah wilayah di Kubar, seperti Bohoq dan Geleo. Pola distribusi bergantian dari berbagai kampung tersebut membuat ketersediaan durian tetap terjaga.
“Di mana ada durian, kami datangi. Sudah ada jaringan juga,” katanya.
Meski pasokan melimpah, Ancah mengakui omzet penjualan tidak mengalami lonjakan signifikan seperti pada musim durian yang lebih singkat. Namun, ia tetap bersyukur karena penjualan berlangsung stabil dalam periode yang lebih panjang.
“Rata-rata sekitar Rp500 ribu per hari. Kadang lebih, kadang kurang, tapi lumayan karena waktunya panjang,” jelasnya.
Di warung miliknya, durian dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp50 ribu untuk ukuran jumbo. Selain durian, tersedia pula buah lai dan cempedak, meski tingkat permintaannya tidak setinggi durian. “Yang paling laku tetap durian,” tambahnya.
Dalam menjaga kepercayaan pelanggan, Ancah menegaskan pentingnya kualitas buah. Ia bahkan memberikan jaminan penggantian atau potongan harga jika durian yang dibeli tidak sesuai harapan.
“Kalau ada yang tidak bagus, kami ganti. Kalau rusak sebagian, bisa potong harga. Yang penting pembeli puas,” tegasnya.
Selain melayani pembelian langsung, Ancah juga pernah dipercaya menyuplai sekitar 400 buah durian untuk kegiatan festival durian di Kubar.
Ia berharap keberlanjutan durian lokal tetap terjaga, baik dari sisi kelestarian pohon maupun kualitas buah, agar nama baik durian daerah tidak menurun. “Pohon durian jangan ditebang sembarangan, dan jangan pakai cara instan seperti karbit. Itu bisa merusak nama baik durian daerah,” pungkasnya. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan