Otorita IKN menggandeng PT Inhutani dan kelompok tani lokal untuk memaksimalkan lahan pertanian seluas 1.200 hektare, mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
NUSANTARA – Pemberdayaan pertanian lokal menjadi sorotan utama dalam pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), di tengah upaya Otorita IKN membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan. Pada Selasa (07/04/2026), Otorita IKN menggelar pertemuan bersama PT Inhutani I dan Kelompok Tani Usaha Baru Raya Merdeka di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, untuk membahas penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, perwakilan Kecamatan Samboja Barat, Lurah Karya Merdeka, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta kelompok tani. Pertemuan menjadi ajang koordinasi pemanfaatan lahan seluas 1.200 hektare yang dikelola Kelompok Tani Usaha Baru Raya Merdeka, yang selama ini aktif menanam padi, kelapa, dan komoditas lain bagi kebutuhan lokal.
Perwakilan Kecamatan Samboja Barat, Rio, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi Otorita IKN. “Sebelumnya kami berterima kasih kepada Otorita IKN telah menyambut kami. Seperti yang disampaikan, kami ingin mendengarkan aspirasinya dan yang terbaik untuk kita semua. Bukan hanya untuk Inhutani, kelompok tani, tetapi untuk kita semua,” ujarnya, sebagaimana dilansir Suaraborneo, Rabu, (08/04/2026).
Basuki menegaskan bahwa pengelolaan lahan akan berjalan secara terkoordinasi di bawah pengawasan PT Inhutani, bukan untuk penguasaan, tetapi untuk memaksimalkan pemanfaatannya bagi masyarakat. “Pada intinya, kami memastikan kegiatan kelompok tani dapat berjalan, tapi di bawah pengawasan Inhutani. Bukan untuk penguasaan, tetapi untuk memanfaatkan lahan. Nantinya, hal ini akan kita sepakati melalui perjanjian kerja sama berbentuk MoU,” ujarnya.
Starrando SV, Supervisor Perencanaan PT Inhutani I, Taufik Yuliansyah, menambahkan, perusahaan terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui program pemberdayaan. “Terkait dengan PT Inhutani ini sekarang di bawah Perhutani. Inhutani juga tidak menutup mata terhadap keberadaan masyarakat. Selama ini, memang masyarakat kami libatkan dari kelompok petani, misalnya dalam program pemberdayaan masyarakat. Kami juga sedang mengembangkan tanaman sesuai dengan konsep Kota Hutan Nusantara, walaupun secara bertahap,” jelasnya.
Ahmad, perwakilan Kelompok Tani Usaha Baru Raya Merdeka, menekankan bahwa kegiatan pertanian telah berjalan secara bertahap dengan berbagai jenis tanaman. “Dulu, yang kami sepakati untuk penanaman di lahan tersebut itu hanya padi, karena memang belum ada pandangan untuk menanam lombok dan sebagainya. Setelah itu, kami tanami lahan pertanian itu dengan padi, kelapa, dan tanaman lainnya,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN menegaskan pembangunan kawasan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Langkah ini diharapkan mendorong pemanfaatan lahan produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan