BERAU – Sosok seorang pekerja bengkel yang selama ini dikenal santun dan aktif menjadi imam di musala mendadak menggemparkan warga Tanjung Redeb. Pria tersebut ditangkap polisi setelah terbukti melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur selama dua tahun terakhir.
Kasus ini bermula ketika keluarga korban mencurigai adanya perilaku tidak wajar. “Kami menemukan percakapan mencurigakan di ponsel korban yang mengarah pada tindakan persetubuhan,” ungkap Kanit PPA Polres Berau, Iptu Siswanto, Senin (23/02/2026). Setelah laporan resmi dibuat pada 7 Februari 2026, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti kasus ini.
Penyelidikan mendalam mengungkap modus operandi pelaku, yakni memanfaatkan kedekatan emosional dengan korban. Pelaku yang dikenal baik dan perhatian antar-jemput sekolah, belikan jajanan ternyata menggunakan kebaikan itu sebagai kedok untuk menutupi tindakan persetubuhannya. Ironisnya, perbuatan keji ini berlangsung sejak korban kelas 5 SD hingga kini menginjak kelas 1 SMP.
“Pelaku memanfaatkan citra sebagai sosok pelindung. Korban tidak pernah menyangka hal itu,” jelas Siswanto. Kini, tersangka sudah ditahan dan menjalani proses hukum sesuai Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak.
Lingkungan sekitar sangat terkejut. “Kami tidak pernah menyangka beliau yang terlihat religius di musala ternyata melakukan hal ini,” ujar salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, mengingat dampak psikologis yang mendalam bagi korban. “Kasus ini serius, trauma yang dialami korban harus menjadi perhatian utama. Proses hukum akan terus berjalan sampai ke pengadilan,” pungkas Siswanto. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan