Runtuhnya perancah setinggi 40 meter di proyek pabrik baja JFE Steel di Kawasaki menyebabkan tiga pekerja kritis dan satu hilang, memicu investigasi keselamatan kerja.
KAWASAKI – Tiga pekerja dilaporkan dalam kondisi kritis dan satu lainnya masih dinyatakan hilang setelah perancah setinggi sekitar 40 meter ambruk di lokasi pembangunan fasilitas milik perusahaan baja JFE Steel di Kota Kawasaki, Jepang, Selasa (07/04/2026) sore waktu setempat.
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan melalui panggilan darurat yang diterima sekitar pukul 16.30 waktu setempat, menandai awal respons cepat dari aparat keselamatan dan tim penyelamat di lokasi kejadian.
Peristiwa runtuhnya struktur perancah itu langsung memicu operasi penanganan darurat oleh Kepolisian Jepang dan dinas pemadam kebakaran setempat. Hingga kini, proses pencarian terhadap satu pekerja yang masih hilang terus dilakukan di tengah upaya evakuasi dan penanganan korban luka berat.
Selain fokus pada penyelamatan, aparat juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab runtuhnya perancah yang menjadi bagian dari proyek konstruksi tersebut. Dugaan awal masih didalami, termasuk kemungkinan faktor teknis maupun kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja.
Insiden ini menyoroti kembali risiko tinggi dalam sektor konstruksi berat, terutama pada proyek industri berskala besar seperti pembangunan pabrik baja. Evaluasi terhadap standar keselamatan kerja diperkirakan akan menjadi perhatian utama setelah kejadian ini, guna mencegah peristiwa serupa di masa mendatang.
Peristiwa tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (08/04/2026), menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi di sektor konstruksi global, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap implementasi keselamatan kerja di lapangan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan