Polisi masih menyelidiki motif di balik kematian seorang perempuan hamil di Mentawa Baru Ketapang, Sampit, yang ditemukan meninggal di kamar mandi rumahnya.
KUBU RAYA – Dugaan persoalan rumah tangga menjadi perhatian utama dalam penyelidikan kasus meninggalnya seorang perempuan berinisial AI (25) yang ditemukan dalam kondisi tergantung di rumah kontrakannya di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (03/04/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah warga sekitar mencurigai aktivitas korban yang tidak terlihat seperti biasa. Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa, sehingga memicu kepanikan warga dan laporan kepada aparat kepolisian.
Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Raya segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, konflik rumah tangga diduga menjadi pemicu kejadian tragis tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Raya melalui Aiptu Ade menyampaikan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diduga terlibat pertengkaran dengan suaminya. “Dari hasil keterangan yang kami himpun, korban diduga sebelumnya bertengkar dengan suaminya. Bahkan, pada pagi hari, korban sempat mengusir suaminya keluar dari rumah kontrakan tersebut,” ungkap Ade sebagaimana dilansir Pontianak Post, Sabtu, (04/04/2026).
Setelah kejadian tersebut, korban diketahui berada seorang diri di dalam rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada sore hari.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. “Petugas telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini, meskipun dugaan sementara mengarah pada bunuh diri,” jelasnya.
Jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum. Namun, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
“Jenazah korban saat ini telah diambil oleh pihak keluarga dari rumah sakit untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman,” tutup Ade.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental serta penyelesaian konflik rumah tangga secara bijak guna mencegah dampak yang lebih fatal di kemudian hari. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan