Pembangunan jalan dan jembatan di Krayan senilai Rp150 miliar baru berjalan sebagian, sementara sisa anggaran masih menunggu proses perencanaan lanjutan.
NUNUKAN – Proyek pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp150 miliar di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), belum berjalan sepenuhnya meski telah memasuki tahap pelaksanaan awal pada tahun 2026. Hingga kini, realisasi pekerjaan baru mencakup paket senilai Rp50 miliar, sementara sisa anggaran Rp100 miliar masih menunggu proses perencanaan lanjutan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kalimantan Utara (Kaltara), Helmi, menjelaskan bahwa pekerjaan tahap pertama saat ini sudah mulai dilaksanakan di lapangan setelah sebelumnya mengalami keterlambatan akibat proses lelang.
“Sekarang lagi pelaksanaan yang Rp 50 miliar. Sisanya yang Rp 100 miliar, tahun ini juga mau diproses. Kita diminta mengajukan perencanaan karena sudah ada perubahan-perubahan di sana,” ujar Helmi, sebagaimana dilansir Harian Rakyat Kaltara, Senin (06/04/2026).
Menurutnya, proyek infrastruktur tersebut tidak dikerjakan langsung oleh Dinas PUPR Perkim Kaltara, melainkan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tetap menjadi pihak penyelenggara yang terhubung dengan penganggaran proyek.
“Yang melaksanakan Balai Jalan, bukan kita. Tapi anggaran linknya ke kita, penyelenggaraannya kita. Dilaksanakan atas perintah pusat, kalau selesai diserahkan ke kita,” jelasnya.
Helmi menambahkan, kelanjutan proyek sangat bergantung pada penyelesaian dokumen perencanaan untuk paket pekerjaan kedua senilai Rp100 miliar. Dokumen tersebut menjadi syarat utama sebelum proyek dapat memasuki tahap lelang dan pelaksanaan berikutnya.
Proyek pembangunan jalan lingkar di wilayah Krayan ini merupakan salah satu prioritas infrastruktur di Kaltara yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mengurangi beban jalan utama yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Dengan total anggaran Rp150 miliar, proyek ini menjadi salah satu investasi infrastruktur terbesar yang masuk ke Kaltara. Dalam beberapa tahun terakhir melalui jalur anggaran pemerintah pusat,” ungkapnya.
Pemprov Kaltara berharap proses perencanaan lanjutan dapat segera diselesaikan agar proyek tidak mengalami keterlambatan berkepanjangan. Dengan demikian, manfaat pembangunan jalan dan jembatan di wilayah perbatasan tersebut dapat segera dirasakan masyarakat.[]
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan