Rumah Cerdas hadir di Kubar dengan konsep pembelajaran berbasis internasional yang menitikberatkan pada pemahaman dan pola pikir kritis siswa.
KUTAI BARAT – Lembaga bimbingan belajar Rumah Cerdas atau Intelligent Learning House resmi hadir di Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dengan menawarkan konsep pembelajaran berbasis internasional yang menekankan pemahaman, logika, dan pola pikir kritis siswa.
Pendiri Rumah Cerdas, Ika Ayulanda, mengatakan lembaga tersebut didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak di Kubar, khususnya dalam membangun fondasi belajar yang lebih kuat.
“Rumah Cerdas ini bukan hanya tempat les biasa, tapi tempat pembinaan belajar yang fokus pada pengembangan pola pikir anak, bukan sekadar hafalan,” ujar Ika dalam wawancara via telepon, Sabtu (04/04/2026).
Ika menjelaskan, Rumah Cerdas didirikan pada Agustus 2025, tidak lama setelah dirinya mengikuti seminar pendidikan di tiga negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pengalaman tersebut menjadi dasar penerapan metode pembelajaran yang lebih modern di lembaga yang ia dirikan.
“Metode yang saya terapkan di sini merupakan hasil pembelajaran dari seminar internasional. Saya ingin anak-anak di daerah juga merasakan kualitas belajar yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam proses pembelajaran, Rumah Cerdas menerapkan konsep student-centered learning, yakni metode yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding metode konvensional yang berfokus pada latihan soal semata.
“Kalau di sekolah fokusnya sering ke latihan soal, di sini kami kembalikan ke dasar dulu. Misalnya bahasa Inggris, anak harus paham konsepnya sebelum mengerjakan soal,” katanya.
Selain itu, proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa agar hasil yang diperoleh lebih optimal.
Dalam pembinaan siswa, Ika menegaskan tidak ada praktik kekerasan maupun luapan emosi berlebihan. Sebaliknya, pendekatan yang diterapkan bersifat edukatif dan disiplin dengan tetap mengedepankan kenyamanan anak.
“Guru tidak boleh kalah dengan emosi. Kunci utama dalam mengajar adalah kesabaran. Kami hanya menerapkan punishment yang mendidik, bukan hukuman fisik,” tegasnya.
Meski baru berdiri, Rumah Cerdas menunjukkan perkembangan positif dengan jumlah siswa mencapai sekitar 20 orang. Para siswa berasal dari sejumlah wilayah di Kubar, seperti Melak, Mentiwan, hingga Sri Mulyo.
“Karena masih saya tangani sendiri, ada beberapa siswa yang terpaksa kami tunda. Tapi alhamdulillah sekarang sudah mulai ada tambahan satu tenaga pengajar,” ungkapnya.
Rumah Cerdas juga menawarkan sistem pembelajaran fleksibel, yakni siswa dapat belajar langsung di lokasi atau guru mendatangi rumah siswa dengan biaya tambahan.
Ke depan, Ika berharap Rumah Cerdas dapat memiliki tempat belajar khusus agar proses pembelajaran berlangsung lebih kondusif dan optimal.
“Kalau punya tempat sendiri, pembelajaran akan lebih maksimal karena tidak terganggu faktor luar seperti kebisingan,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar untuk lebih memperkuat sektor pendidikan, termasuk melalui program beasiswa dan peningkatan kualitas tenaga pengajar.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau anak-anak berkembang, maka daerah juga akan ikut maju,” pungkasnya. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan