Sempat Lumpuh, Jalur Perbatasan Nunukan Kembali Dibuka

Perbaikan darurat membuka kembali jalur logistik di perbatasan Nunukan setelah jalan ambles akibat curah hujan tinggi.

NUNUKAN – Akses logistik di jalur perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali dibuka setelah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara menuntaskan penanganan darurat terhadap jalan ambles sedalam sekitar dua meter di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan (Nunukan).

Pemulihan akses ini dilakukan untuk menjaga konektivitas vital antarwilayah, khususnya jalur penghubung dari Kabupaten Malinau (Malinau) menuju Sei Ular di Nunukan yang sempat lumpuh akibat kerusakan jalan. Kini, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas secara terbatas di ruas tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Kaltara, Ahmad Zais, menjelaskan terdapat dua titik kerusakan yang telah ditangani sementara di ruas Simpang 3 Apas–Simanggaris–Tugu Batas Negara (Serudong).

“Benar ada dua titik, tepatnya di STA 60+250 dan STA 60+600. Keduanya sudah ditangani sementara, pengendara roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas, dan saat ini kedua titik tersebut terus kami pantau,” ujar Zais, sebagaimana dilansir DetikKalimantan, Jumat, (10/04/2026).

Menurutnya, perbaikan darurat ditargetkan rampung dalam waktu 24 jam agar jalur kembali fungsional. Metode yang digunakan meliputi penggalian tanah yang rusak, pembuangan material tidak stabil, serta penimbunan ulang menggunakan Lapis Pondasi Agregat Kelas S (LPA Kelas S) dan tanah pilihan yang dipadatkan secara berlapis.

“Untuk proses perbaikan jalan yang ambles kami lakukan dengan cara menggali area yang rusak lalu membuang material tanah yang tidak stabil,” tuturnya.

Selain itu, BPJN Kaltara juga memasang rambu peringatan dan safety line untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa pemulihan berlangsung.

Kerusakan jalan tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung. Kondisi geografis berupa lereng dan perbukitan juga memperbesar risiko terjadinya longsoran dangkal.

“Lokasinya berada di daerah lereng atau perbukitan yang rawan longsor. Ada pergerakan tanah atau longsoran dangkal sehingga terjadi penurunan dan retakan,” kata Zais.

Ia menambahkan, kedua titik ambles berada dalam satu zona geologi yang memiliki karakter tanah lunak dan labil, sehingga rawan mengalami pergerakan saat intensitas hujan meningkat.

Sebelumnya, Camat Tulin Onsoi, Kristoforus Belake, menyebut kerusakan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (8/4), yang diduga menyebabkan sistem drainase tidak berfungsi optimal.

“Aspal yang turun itu kurang lebih 2 meter. Akibat curah hujan tinggi semalam. Gorong-gorongnya mungkin tersumbat, sehingga airnya itu masuk ke badan jalan,” ungkap Kristoforus.

BPJN Kaltara menegaskan perbaikan permanen akan dilakukan setelah investigasi teknis selesai dan menyesuaikan ketersediaan anggaran. Sementara itu, masyarakat dan pengguna jalan logistik diimbau tetap waspada saat melintas di area perbaikan.

Dengan kembali terbukanya jalur tersebut, diharapkan distribusi barang dan mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan dapat kembali berjalan normal meski masih dalam pengawasan ketat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com