Serangan udara Israel di Gaza menewaskan jurnalis Al Jazeera Muhammad Washah dan memicu kecaman atas keselamatan pekerja media di wilayah konflik.
GAZA – Warga Palestina berduka atas meninggalnya jurnalis Al Jazeera, Muhammad Washah, yang tewas dalam serangan udara yang dilakukan Israel pada Rabu 8 April 2026.
Serangan tersebut menyasar kendaraan yang ditumpangi Washah, yang saat itu tengah berada di wilayah Gaza. Dalam insiden itu, Washah dilaporkan tewas bersama sejumlah warga Palestina lain yang berada dalam kendaraan yang sama.
Pihak Israel menuduh bahwa Washah merupakan anggota sayap militer Hamas. Namun, tuduhan tersebut belum disertai bukti terbuka kepada publik hingga saat ini.
Peristiwa ini kembali memicu kecaman dan duka mendalam di kalangan masyarakat Palestina, khususnya terhadap keselamatan jurnalis yang bertugas di wilayah konflik. Serangan terhadap pekerja media dinilai memperburuk situasi kemanusiaan dan kebebasan pers di kawasan tersebut.
Kabar tewasnya jurnalis tersebut menjadi sorotan internasional, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (09/04/2026), yang mengutip situasi terkini di Gaza terkait meningkatnya risiko bagi pekerja media di tengah konflik bersenjata yang terus berlangsung.
Insiden ini menambah daftar panjang jurnalis yang menjadi korban dalam konflik antara Israel dan Palestina, sekaligus memunculkan desakan dari berbagai pihak agar perlindungan terhadap jurnalis di wilayah konflik diperkuat ke depannya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan