Polisi mengamankan truk bermuatan pupuk subsidi dan menyelidiki dugaan penyimpangan distribusi di Kotim.
KOTAWARINGIN TIMUR – Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) mendalami dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi setelah mengamankan satu truk bermuatan sekitar delapan ton pupuk di wilayah Kecamatan Teluk Sampit. Pupuk tersebut diduga akan dialihkan ke sektor nonpertanian, sehingga berpotensi merugikan petani.
Pengamanan dilakukan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Jaya Karya yang merupakan jajaran Polres Kotim. Selain barang bukti, petugas juga mengamankan seorang pria berinisial Sa yang diketahui merupakan ketua kelompok tani dan saat itu mengemudikan kendaraan tersebut.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kotim Resky Maulana Zulkarnain melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Kotim Edy Wiyoko membenarkan adanya pengamanan truk bermuatan pupuk subsidi tersebut. Namun, pihaknya menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan tujuan distribusi pupuk tersebut.
“Polsek Jaya Karya, baru mengamankan truk bermuatan pupuk tersebut mau di bawa kemana? masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, belum ada menetapkan tersangka atau LP,” kata Edy Wiyoko, sebagaimana diberitakan Pojokbanua, Rabu (08/04/2026).
Menurutnya, hingga kini penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri asal-usul pupuk yang diduga berasal dari salah satu kios di Kecamatan Teluk Sampit. Polisi juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan penyelewengan tersebut.
Ia menambahkan, penanganan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan (lidik) dengan melibatkan koordinasi bersama Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kotim guna mempercepat pengungkapan perkara.
“Masih lidik dan koordinasi dengan unit Reskrim polres kotim,” pungkasnya.
Kasus ini kembali menyoroti kerawanan distribusi pupuk bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani. Aparat kepolisian menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan