Gambar Ilustrasi

SPPG Sandai Disetop Gara-gara “Menu Diet Gratis”

KETAPANG – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Sandai dihentikan sementara. Langkah ini dilakukan karena mitra pelaksana dinilai mengabaikan petunjuk teknis (juknis) dan standar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026.

Keputusan penghentian merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta laporan khusus dari Koordinator Regional Kalbar dan Kepala SPPG Ketapang Sandai. Surat resmi dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, atas nama Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Rudi Setiawan, menyatakan operasional dihentikan sementara tanpa batas waktu yang ditentukan.

“SPPG Ketapang Sandai untuk sementara dihentikan operasionalnya sampai ada evaluasi dan keputusan lebih lanjut dari BGN,” jelas Rudi dalam surat resmi yang diterima detikcom.

Agus Kurniawi, Kepala Program MBG Region Kalbar, menambahkan penghentian ini juga karena pihak mitra enggan mengikuti juknis dan standar yang ditetapkan. “Dengan penghentian ini, distribusi MBG di wilayah Kecamatan Sandai otomatis terhenti sampai ada arahan baru dari BGN,” ucap Agus, Rabu (25/02/2026).

SPPG Sandai dikelola oleh Yayasan Gemilang Usaha Kapuas, menjangkau 3.330 penerima manfaat dari 13 sekolah, mulai PAUD hingga SMA. Program ini sempat menjadi sorotan masyarakat karena menu Ramadan yang dianggap “terlalu minim”.

“Menu kering yang dibagikan hanya dua pisang, tiga kurma, dan dua roti. Padahal sebelumnya kami sudah mengingatkan semua SPPG agar berhati-hati menentukan menu, agar sesuai gizi dan anggaran,” ujar Agus.

Ia menambahkan, arahan yang diberikan seolah tidak didengar, sehingga surat penghentian diharapkan memberi efek jera bagi SPPG yang bermasalah.

Menu “Diet Gratis” ini sempat membuat orang tua murid kecewa. Dari foto yang beredar, paket makanan hanya berisi lima potong kentang goreng, telur kukus, tumis wortel-jagung-kacang, beberapa butir kacang tanah, serta sepotong semangka.

“Jauh sebelumnya saya sudah beri peringatan soal menu kering, tapi sepertinya tidak diindahkan. Semoga langkah ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tegas Agus. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com