Tarakan Krisis Gizi Sekolah, 11 Dapur SPPG Nonaktif

Penonaktifan 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Tarakan menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis untuk siswa akibat IPAL yang belum sesuai standar.

TARAKAN – Gangguan Pasokan Makanan Bergizi, 11 Dapur SPPG Nonaktif Sementara. Sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tarakan terhenti operasionalnya sementara, termasuk dua dapur terbaru di Kelurahan Pamusian dan Kelurahan Karang Anyar. Penonaktifan ini berdampak langsung pada distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di sejumlah sekolah.[]

Koordinator Wilayah SPPG Tarakan, Dewi, menjelaskan bahwa penutupan dua dapur terbaru terkait dengan instalasi pengolahan air limbah (instalasi pengolahan limbah/IPAL) yang belum memenuhi standar.

“Benar tambahannya di Tarakan dua dapur SPPG yang dihentikan sementara berada di wilayah Kelurahan Pamusian dan kawasan Kelurahan Karang Anyar. Keduanya dihentikan sementara karena persoalan IPAL yang belum sesuai standar,” ujarnya, Rabu (08/04/2026), sebagaimana dilansir Tribun Kaltim.

Dewi menambahkan, akibat penghentian operasional dapur, penyaluran MBG ke beberapa sekolah ikut terhenti. Siswa yang sebelumnya mendapatkan makanan bergizi harus menunggu hingga dapur-dapur yang terdampak kembali layak beroperasi.

“Mau tidak mau penyaluran ke beberapa sekolah terhenti sementara. Kami minta dapur SPPG melakukan pembenahan sampai dinyatakan layak,” singkatnya.

Pihak SPPG menegaskan, dapur yang telah melakukan pembenahan pada IPAL sesuai standar dapat segera melanjutkan kegiatan penyediaan makanan bagi siswa. Sementara itu, sekolah-sekolah diminta menyesuaikan jadwal makan bergizi siswa sampai dapur kembali beroperasi.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com