Tinggal Sendiri, Penjual Pentol Ditemukan Meninggal di Sampit

Seorang penjual pentol keliling ditemukan meninggal di kamar kontrakan setelah tiga hari tidak terlihat beraktivitas di Sampit.

KOTAWARINGIN TIMUR – Warga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam kamar kontrakan setelah tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari, Jumat (10/04/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban diketahui bernama Suwardi (51), seorang penjual pentol keliling asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang selama ini tinggal seorang diri di kawasan tersebut. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah pemilik kontrakan merasa curiga karena korban tak kunjung keluar dari kamar.

Pemilik kontrakan, Petrus (71), mengungkapkan kecurigaan muncul setelah korban tidak terlihat selama tiga hari berturut-turut. “Sudah tiga hari tidak keluar, sendalnya ada di luar. Kami jadi curiga, lalu panggil ketua RT. Setelah itu pintu didobrak dan korban ditemukan sudah meninggal di dalam kamar,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan Sampit Informasi, Jumat, (10/04/2026).

Ketua Rukun Tetangga (RT) 33 Rukun Warga (RW) 05 Yayan Cahyani menyebut aktivitas korban sebelumnya cukup rutin dan dikenal warga sekitar. “Biasanya siang atau sore dia keluar beli bahan, lalu sekitar jam 5 sore sudah mulai keliling jualan sampai subuh. Tapi beberapa hari ini tidak kelihatan,” jelasnya.

Menurut keterangan warga, korban selama ini menjalani aktivitas sehari-hari sebagai penjual pentol keliling dengan menggunakan sepeda motor. Ia diketahui tinggal sendiri di Sampit, sementara keluarganya berada di kampung halaman.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban menunjukkan adanya pembengkakan di bagian pergelangan kaki. Warga menduga korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. “Diduga karena sakit, sebelumnya korban pernah mengeluh sakit tipes,” tambah Yayan.

Mendapat laporan tersebut, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Ketapang bersama tim evakuasi langsung mendatangi lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, lokasi kontrakan telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian, meskipun dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan terhadap kondisi warga sekitar, terutama bagi mereka yang tinggal seorang diri, agar kejadian serupa dapat segera terdeteksi dan ditangani lebih cepat.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com