Sebanyak 25.408 peserta dari 90 kontingen memeriahkan Pawai Budaya Irau Malinau 2026, menampilkan keragaman etnis dan tradisi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
MALINAU – Pawai budaya Irau Malinau 2026 melibatkan 25.408 peserta dari 90 kontingen, menjadikan perayaan budaya di Kabupaten Malinau (Malinau), Kalimantan Utara (Kaltara), sebagai ruang perjumpaan berbagai etnis, paguyuban, dan pelajar. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) pagi itu tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.
Wakil Bupati (Wabup) Malinau Jakaria secara resmi melepas peserta untuk menyusuri jalan-jalan protokol kota. Antusiasme warga terlihat dari kerumunan yang memadati tepi rute pawai sejak pagi.
“Parade akbar ini membuktikan betapa solidnya masyarakat kita dalam merawat persatuan di tengah keberagaman,” ujar Jakaria saat melepas barisan kontingen, Sabtu (24/10/2026) pagi, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Sabtu, (24/10/2026).
Jakaria menilai keterlibatan puluhan ribu peserta tanpa membedakan latar belakang menjadi gambaran kuatnya hubungan sosial masyarakat di Bumi Intimung. Menurutnya, keberagaman yang ditampilkan melalui pawai menjadi bukti bahwa kerukunan dapat diwujudkan melalui kegiatan bersama.
“Ketika semua etnis dan paguyuban tumpah ruah bersama anak-anak sekolah di jalanan, ini bukti nyata kerukunan di Malinau bukan slogan semata,” lanjut Jakaria.
Partisipasi pelajar menjadi salah satu bagian besar dalam pawai tahun ini. Sebanyak 38 kontingen sekolah dasar (SD) mengikutsertakan 2.824 murid, sementara 17 kontingen sekolah menengah pertama (SMP) melibatkan 2.865 siswa. Adapun sembilan kontingen sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) menyumbang 2.897 pelajar.
Selain kalangan pendidikan, pawai turut menampilkan kekayaan budaya dari 11 etnis daerah yang mengerahkan 12.816 orang. Sebanyak 15 paguyuban Nusantara juga ambil bagian dengan total 4.006 peserta yang mengenakan busana khas dari berbagai daerah.
Besarnya jumlah peserta dan penonton turut membawa dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang makanan dan minuman keliling mendapat peluang menjangkau lebih banyak pembeli di sepanjang rute kegiatan.
Namun, tingginya antusiasme warga juga berdampak pada kelancaran lalu lintas. Penutupan sejumlah ruas jalan protokol membuat pengendara harus menggunakan jalur alternatif. Petugas gabungan dari kepolisian dan dinas perhubungan disiagakan di persimpangan untuk mengarahkan kendaraan serta mengurangi penumpukan arus lalu lintas.
Pengaturan lalu lintas diperkirakan berlangsung hingga seluruh kontingen menyelesaikan pawai. Di sisi lain, keikutsertaan puluhan ribu orang dalam Irau Malinau 2026 diharapkan dapat memperkuat pelestarian tradisi, mempererat hubungan antarkelompok masyarakat, serta memberi manfaat bagi pelaku usaha lokal. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan