Wali Kota Neni Moerniaeni mendorong kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan belajar, mencegah kekerasan, serta melindungi anak dari penyalahgunaan narkoba.
BONTANG – Pencegahan kekerasan terhadap anak, pengawasan pergaulan, dan pembiasaan belajar di rumah menjadi tanggung jawab bersama sekolah, keluarga, serta masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Parenting 2026 yang dibuka Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di Auditorium 3D, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Aksi Nyata Sahabat Sekolah Dasar (SSD) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Bontang Selatan. Seminar mengangkat tema “Membangun Generasi Emas: Sosialisasi Wajib Belajar 19–21, Pencegahan Kekerasan pada Anak, dan Edukasi Bahaya Narkoba”.
Dalam sambutannya, Neni menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran di sekolah. Keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial dinilai menentukan pembentukan karakter serta masa depan peserta didik.
“Pendidikan bukanlah sekadar tanggung jawab yang berada di pundak satuan pendidikan semata. Masa depan anak-anak kita sangat ditentukan oleh seberapa kuat sinergi, kolaborasi, dan keharmonisan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya, sebagaimana diberitakan PPID Bontang, Jumat (30/10/2026).
Neni juga menilai pelibatan siswa sebagai pelopor kampanye edukasi melalui program SSD dapat menumbuhkan keberanian, kepedulian, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi. Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi turut berperan menyebarkan pesan positif kepada lingkungan sekitarnya.
Ada tiga persoalan yang menjadi perhatian dalam seminar tersebut. Pertama, penerapan program Wajib Belajar 19.00–21.00 yang membutuhkan pendampingan orang tua agar anak memiliki kebiasaan belajar dan kedisiplinan di rumah.
Kedua, perlindungan anak dari kekerasan fisik, psikis, maupun perundungan. Untuk memperkuat upaya tersebut, Neni menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk keterlibatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak.
Ketiga, pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi sejak usia dini. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang turut dilibatkan untuk memberikan pemahaman mengenai risiko narkoba agar anak memiliki bekal dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
“Kita harus memastikan bahwa lingkungan pergaulan dan ekosistem sosial di Kota Bontang benar-benar bersih dari pengaruh gelap narkotika, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh secara sehat, cerdas, dan bermoral luhur,” tegasnya.
Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati, menyampaikan seminar tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri atas perwakilan sekolah dasar, kepala sekolah, dan komite sekolah. Panitia menghadirkan Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Andi Sofyan Hasdam, sebagai narasumber.
Pada awal kegiatan, Novita juga memperkenalkan empat siswa yang menjadi perwakilan SSD dalam pelaksanaan program aksi nyata. Keterlibatan mereka diharapkan memperkuat peran peserta didik dalam menyampaikan pesan edukasi kepada teman sebaya.
Seminar ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi komitmen nyata antara sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi untuk menyiapkan generasi Bontang yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan