Memanfaatkan momentum Bontang Bersholawat dalam peringatan HUT TNI dan HUT Kota Bontang, Pemkot Bontang menyerukan perang terhadap narkoba dengan menempatkan ketahanan keluarga sebagai benteng utama pertahanan.
BONTANG – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekaligus HUT ke-27 Kota Bontang (Bontang) berubah menjadi panggung seruan perang terhadap bahaya laten narkoba. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertahanan utama guna menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman barang haram tersebut di tengah kemeriahan acara Bontang Bersholawat yang memadati Halaman Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0908/Bontang pada Sabtu, 31 Oktober 2026 malam, sebagaimana diberitakan Prokompim Bontang, Sabtu, (31/10/2026).
Langkah preventif berbasis pertahanan keluarga ini menjadi sorotan utama dalam agenda yang dihadiri ribuan jemaah tersebut. Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa upaya memutus rantai peredaran narkotika tidak bisa hanya menyandarkan harapan pada tindakan represif aparat penegak hukum. Ia mendesak para orang tua dan masyarakat luas untuk mengambil peran aktif dalam mengawasi pergaulan anak serta membentengi lingkungan domestik dari pengaruh buruk narkotika. “Jangan biarkan narkoba merusak anak-anak kita, menghancurkan masa depan keluarga, dan mengancam masa depan Kota Bontang serta Indonesia. Kita harus perang terhadap narkoba; ini bukan hanya tugas kepolisian atau pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua mulai dari keluarga masing-masing,” tegasnya.
Selain isu pencegahan narkoba, forum keagamaan tersebut juga dimanfaatkan Pemkot Bontang untuk memperkuat sinergitas kemanunggalan TNI dan rakyat. Wawali Bontang yang akrab disapa AH itu menilai bahwa soliditas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan publik merupakan fondasi utama dalam memelihara stabilitas kondusivitas wilayah. Acara ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, pimpinan perusahaan, tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Sholawat Bontang, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Komandan Kodim (Dandim) 0908/Bontang, Ardiansyah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektoral yang terus terjalin harmonis di wilayahnya. Pihaknya berharap kegiatan keagamaan semacam ini dapat memperkokoh konsolidasi antarlembaga demi menjaga iklim keamanan kota agar tetap kondusif. Pada kesempatan yang sama, Agus Haris juga mengimbau warga agar bersikap bijak dan mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan mutu kesehatan anak sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Seruan kolaboratif tersebut diakhiri dengan pemungkas pesan optimisme untuk kemajuan daerah dan keselamatan generasi mendatang. “TNI kuat, rakyat bersatu, Bontang maju, narkoba kita lawan dan generasi kita terselamatkan,” seru Agus Haris. Rangkaian kegiatan spiritual ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiah oleh Ustaz Das’ad Latif asal Makassar, yang mengajak seluruh jemaah menjadikan selawat sebagai sarana mempererat tali silaturahmi serta menyejukkan kehidupan bermasyarakat. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan